RI News. Semarang, 27 Februari 2026 – Penanganan darurat pasca-ambruknya Jembatan Pekuncen di Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, berlangsung cepat dan melibatkan sinergi lintas sektor. Sehari setelah insiden yang dipicu hujan deras berkepanjangan, personel kepolisian, pemerintah desa, serta puluhan warga setempat turun langsung menggelar kerja bakti massal untuk membersihkan material runtuhan yang tercecer di aliran sungai.
Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin jajaran Polsek Sempor sebagai respons langsung terhadap potensi ancaman banjir dan bahaya lingkungan. Personel Bhabinkamtibmas bersama unsur terkait lainnya mengangkat puing-puing beton dan besi bekas jembatan yang menghambat aliran air. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga kelancaran irigasi sekaligus mengurangi risiko longsor atau genangan di permukiman sekitar.
“Personel kami bersama masyarakat bergerak cepat membersihkan puing yang jatuh ke sungai. Tujuannya agar aliran air tetap lancar dan mencegah bahaya lebih lanjut bagi warga,” ungkap Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama di sela-sela kegiatan Jumat pagi tadi.

Acara kerja bakti dihadiri langsung Camat Sempor Marlan, Sekretaris Kecamatan Danang Dwi Hartanto, Bhabinkamtibmas Brigadir Alfian, Babinsa Koptu Kuwarman, perwakilan Dinas Irigasi dan Rawa, serta Kepala Desa Pekuncen Hasto Nugroho beserta perangkat desa dan masyarakat sekitar. Semangat kebersamaan terlihat jelas saat warga bahu-membahu mengangkut material berat menggunakan peralatan seadanya.
Hingga kini, jembatan yang menghubungkan area Makam Desa Pekuncen dengan situs Cagar Budaya Banyak Wide tersebut masih ditutup total. Struktur lama yang sudah lapuk dan terkikis arus irigasi dinilai tidak lagi aman untuk dilintasi. Aparat keamanan telah memasang pembatas serta rambu peringatan di kedua sisi lokasi kejadian guna mencegah warga nekat melintas.
“Untuk sementara, kami alihkan akses melalui jalur alternatif terdekat. Kami mohon warga memahami dan tidak memaksakan diri demi keselamatan bersama,” tegas AKBP Putu.
Baca juga : Cuaca Ekstrem, Kepedulian Ekstra: Lanal Yogyakarta Pimpin Aksi Prolasih di Tengah Hujan
Pemerintah Desa Pekuncen tengah berkoordinasi intensif dengan pihak kecamatan serta pemerintah kabupaten untuk menentukan langkah jangka panjang. Kajian teknis mendalam akan menjadi dasar keputusan, apakah dilakukan perbaikan struktural atau pembangunan ulang jembatan demi memastikan akses vital ke makam leluhur dan cagar budaya tetap terjaga.
Insiden ini menjadi pengingat penting akan kerentanan infrastruktur pedesaan terhadap perubahan iklim dan curah hujan ekstrem. Kolaborasi antara aparat, pemerintah lokal, dan masyarakat dalam penanganan cepat pasca-bencana menunjukkan kekuatan gotong royong sebagai modal utama ketahanan komunitas.
Pewarta: Tur Hartoto

