Skip to content
05/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Budaya
  • Jejak Sejarah Kota Depok: Warisan Kolonial, Identitas Budaya, dan Transmisi Agama di Pinggiran Batavia

Jejak Sejarah Kota Depok: Warisan Kolonial, Identitas Budaya, dan Transmisi Agama di Pinggiran Batavia

Jurnalis RI News Portal Posted on 9 bulan ago 3 min read
Jejak Sejarah Kota Depok
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta 27 Mei 2025 – Nama Depok yang kini identik sebagai kota penyangga Jakarta ternyata menyimpan sejarah panjang yang sarat dengan muatan kolonialisme, penyebaran agama, dan pembebasan budak. Tak banyak yang mengetahui bahwa sebutan Depok berasal dari frasa dalam Bahasa Belanda: De Eerste Protestantse Organisatie van Kristenen, yang berarti Organisasi Kristen Protestan Pertama. Sejarah ini berakar dari inisiatif seorang tokoh kolonial Belanda bernama Cornelis Chastelein, yang dikenal sebagai eks pegawai tinggi VOC serta dermawan yang membebaskan budak-budaknya.

Cornelis Chastelein (1658–1714) adalah seorang Kristen Protestan yang memiliki jabatan tinggi dalam struktur VOC, dengan karier yang menanjak dari pengawas gudang hingga menjadi anggota Raad van Indië (Dewan Kota Batavia). Catatan dalam buku Depok Tempo Doeloe (2011) menunjukkan bahwa setelah dua dekade bekerja di VOC, ia membeli tanah di Weltevreden (kini kawasan Gambir) pada 1693. Dua tahun berselang, ia memutuskan pensiun dan membeli tanah di Srengseng (sekarang Lenteng Agung), lalu membangun sebuah rumah besar di sana dan memulai kehidupan sebagai tuan tanah.

Di sinilah kisah Depok bermula. Chastelein membawa serta keluarganya dan lebih dari 150 orang budak yang sebagian besar berasal dari luar Jawa. Sebagai seorang Kristen yang saleh, ia menaruh perhatian besar pada hak asasi manusia dan perlakuan terhadap budak. Ia bukan hanya memberi mereka tempat tinggal, tetapi juga mendidik mereka dalam ajaran Kristen dan mempersiapkan mereka untuk hidup merdeka.

Menurut catatan Tri Wahyuning M. Irsyam dalam Berkembang dalam Bayang-bayang Jakarta: Sejarah Depok 1950–1990-an (2017:41), “Ketika pindah ke Seringsing (Srengseng), Chastelein bukan hanya membawa keluarganya melainkan juga budak-budaknya.” Komunitas ini kemudian dikenal sebagai De Eerste Protestantse Organisatie van Kristenen, yang dalam perkembangan fonetik dan sosial, melahirkan nama Depok.

Tindakan Chastelein memerdekakan budaknya memiliki implikasi sosial dan hukum yang luar biasa untuk masa itu. Dalam surat wasiat tertanggal 13 Maret 1714—tiga bulan sebelum wafat pada 28 Juni 1714—Chastelein menuliskan bahwa seluruh kekayaannya akan diwariskan kepada bekas budak-budaknya yang telah ia merdekakan. Tanah di wilayah Mampang, Srengseng, hingga Depok menjadi warisan bersama. Para mantan budak diberi wewenang untuk mengelola perkebunan tebu, pala, kopi, dan lada—komoditas yang sangat bernilai pada masa kolonial.

Baca juga : Pelepasan Jemaah Haji Tangerang Selatan 2025: Pilar Saga Ichsan Tekankan Nilai Spiritualitas dan Kebangsaan

Langkah ini menjadikan komunitas Depok sebagai salah satu komunitas pribumi merdeka pertama yang memiliki hak atas tanah dan organisasi sosial keagamaan sendiri. Hal ini menandai terbentuknya sebuah komunitas Protestan independen di luar sistem VOC, yang tetap bertahan bahkan hingga masa pascakolonial.

Walau asal-usul nama Depok telah ditelusuri oleh banyak sejarawan ke akar Protestan Belanda tersebut, beberapa versi lain terus bermunculan di ruang publik. Salah satu versi populer menyebut Depok sebagai akronim dari “Daerah Permukiman Orang Kota”. Meski tidak memiliki dasar historis kuat, versi semacam ini menjadi bagian dari dinamika linguistik dan identitas lokal kontemporer.

Stasiunt Depok. Kota Depok yang berpisah dari Kabupaten Bogor pada tahun 1999 ini ternyata dulunya sempat memiliki Presiden

Namun, sebagaimana ditegaskan oleh banyak kajian, nama Depok pada awalnya adalah simbol dari resistensi budaya dan warisan kebebasan beragama yang dirintis oleh komunitas eks-budak. Dalam konteks ini, Depok tidak sekadar nama wilayah, melainkan juga simbol dari mobilitas sosial, warisan kolonial yang unik, dan jejak pluralisme agama dalam sejarah Indonesia.

Kini, Depok menjadi kota modern yang terus berkembang di tengah arus urbanisasi dan modernisasi Jabodetabek. Namun, memahami sejarah Depok bukan hanya sekadar menelusuri akar kata, melainkan menyelami kisah kemanusiaan, keimanan, dan transformasi sosial dari masa kolonial menuju Indonesia modern.

Di balik bangunan dan jalan-jalan yang padat di Depok hari ini, tersimpan warisan penting tentang bagaimana satu komunitas kecil, yang dibangun atas dasar kebebasan dan kesetaraan, dapat memberi kontribusi besar pada sejarah sosial dan religius di tanah Jawa.

Pewarta : Yudha Purnama

Baca Berita lain >>>>>>>>>>>
#rinewsadvertaising, #iklanrinews, #ruangiklan, #terkinirinews,
#beritarinews, #viralrinews, #updaterinews, #inforinews,
#beritarepublikindonesia, #beritaindonesia, #republikindonesianews,
#indonesianews, #republicindonesianews, #republicindonesiannews,
#beritacepat, #beritabaru, #ri_news, #republikindonesiaportal, #pertalberitaindonesia,
#rinewsportal, #republikindonesiaportal, #republicindonesianewsportal, #republicindonesianportal

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pelepasan Jemaah Haji Tangerang Selatan 2025: Pilar Saga Ichsan Tekankan Nilai Spiritualitas dan Kebangsaan
Next: Prabowo Tegaskan Tiga Pilar Strategis ASEAN-GCC: Visi Masa Depan Kawasan dalam Perspektif Ekonomi, Industri Halal, dan Perlindungan Migran

Related Stories

Indonesia dan Kazakhstan Mengintensifkan Diplomasi Budaya melalui Pencak Silat dan Kolaborasi Seni
2 min read

Indonesia dan Kazakhstan Mengintensifkan Diplomasi Budaya melalui Pencak Silat dan Kolaborasi Seni

Jurnalis RI News Portal Posted on 20 jam ago 0
Ribuan Umat Hindu Padati Pantai Ngobaran Gelar Melasti Suci Jelang Nyepi Saka 1948
3 min read

Ribuan Umat Hindu Padati Pantai Ngobaran Gelar Melasti Suci Jelang Nyepi Saka 1948

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Fondasi Baru Ekonomi Kreatif Bengkulu di Era Pembangunan Berkelanjutan
2 min read

Benteng Marlborough: Fondasi Baru Ekonomi Kreatif Bengkulu di Era Pembangunan Berkelanjutan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Ancaman Pemangkasan Honor Aparatur Desa Menggantung di Subulussalam Jelang Pengesahan APBK 2026
  • Menko Polkam Djamari Chaniago Tinjau Langsung Kesiapan YIA Jelang Mudik Lebaran 2026, TNI AL Ikut Amankan Kedatangan
  • Tragedi Malam di Gunung Belah: Remaja 18 Tahun Tewas Diduga Tersengat Listrik Saat Beristirahat di Pinggir Jalan
  • Polri Hadir di Bulan Suci: Takjil Gratis dan Imbauan Kamtibmas di Simpang Wuryantoro
  • Safari Ramadhan di Belalau: Wakil Bupati Lampung Barat Perkuat Dialog Sosial dan Responsif terhadap Aspirasi Keagamaan Masyarakat
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.