RI News. Jakarta – Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta tengah mempersiapkan langkah perbaikan permanen untuk mengatasi masalah jalan berlubang yang kerap muncul di berbagai ruas ibu kota, terutama pasca-hujan deras. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menyatakan bahwa pihaknya sedang menyusun strategi komprehensif agar penanganan tidak hanya bersifat sementara.
“Untuk tindakan permanennya ini sedang kami persiapkan, mudah-mudahan bisa segera jalan,” ujar Heru saat ditemui di Kantor Unit Pengelola Penyelidikan, Pengujian dan Pengukuran Bina Marga di Jakarta Timur, Selasa.
Heru menjelaskan bahwa pendekatan perbaikan disesuaikan dengan kondisi material jalan masing-masing. Untuk ruas jalan beraspal yang rusak, tim akan menggunakan material cold mix atau aspal dingin sebagai solusi awal yang cepat. Sementara itu, jika kerusakan terjadi pada jalan beton, perbaikan dilakukan dengan semen cepat kering yang mampu mengeras dalam waktu singkat.

“Kalau jalan yang rusak itu beton, kita akan menggunakan semen cepat kering,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menegaskan bahwa penambalan yang dilakukan saat ini merupakan upaya darurat dan sementara. Penanganan tersebut disesuaikan dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, sehingga prioritas utama adalah menjamin keselamatan pengguna jalan terlebih dahulu.
Menurut Wenny, perbaikan permanen baru akan dilakukan secara optimal menggunakan hot mix (aspal panas) ketika cuaca lebih mendukung. Material ini dipilih karena mampu memberikan kualitas yang lebih baik dan daya tahan lebih lama terhadap tekanan lalu lintas serta cuaca ekstrem.
“Penggunaan hotmix efektif untuk perawatan jangka panjang dan diharapkan mampu mengurangi potensi kerusakan kembali akibat cuaca ekstrem,” papar Wenny.
Baca juga : Semangat Gotong Royong Membangun Jembatan Garuda di Girimarto Wonogiri
Wenny menambahkan bahwa penanganan menyeluruh pasca-hujan deras akan mencakup seluruh wilayah DKI Jakarta. Perbaikan tidak hanya difokuskan pada jalan utama, melainkan juga jalan lingkungan dan jalan provinsi di lima kota administrasi: Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.
Pendekatan bertahap ini diharapkan dapat meminimalkan dampak terhadap mobilitas warga sekaligus mencegah kerusakan berulang. Dinas Bina Marga juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap titik-titik rawan, dengan mempertimbangkan faktor drainase dan kondisi tanah di bawah permukaan jalan.
Masalah jalan berlubang kerap menjadi keluhan utama masyarakat Jakarta, terutama pada musim hujan, karena berpotensi menyebabkan kecelakaan dan memperlambat arus lalu lintas. Dengan persiapan perbaikan permanen ini, Dinas Bina Marga berupaya memberikan solusi yang lebih sustainabel, sehingga infrastruktur jalan ibu kota dapat lebih andal mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari warga.
Pihak dinas mengimbau masyarakat untuk tetap melaporkan titik kerusakan jalan melalui saluran resmi yang tersedia, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Pewarta : Yogi Hilmawan

