Skip to content
17/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • ISIS Tidak Lagi Ancaman Sistematis, Melainkan Alat Politik Bagi Sejumlah Negara, Kata Menlu Turkiye

ISIS Tidak Lagi Ancaman Sistematis, Melainkan Alat Politik Bagi Sejumlah Negara, Kata Menlu Turkiye

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 bulan ago 2 min read
ISIS Tidak Lagi Ancaman Sistematis
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Ankara, 14 Desember 2025 – Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan menyatakan bahwa kelompok ekstremis Negara Islam (ISIS) telah kehilangan kemampuannya untuk menjadi ancaman sistematis terhadap keamanan regional dan global. Menurutnya, ISIS kini lebih banyak dimanfaatkan oleh sejumlah aktor negara sebagai instrumen untuk mencapai kepentingan politik tertentu.

Dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi TVnet pada Sabtu (13/12), Fidan menegaskan, “ISIS saat ini sudah melemah secara signifikan dan tidak lagi menimbulkan ancaman sistematis. Kami tidak menyangkal bahwa mereka tetap merupakan ancaman yang harus diperangi, tetapi sebagai kelompok perlawanan, respons internasional terhadap ISIS sering kali tidak proporsional dengan tingkat bahaya aktual yang mereka wakili.”

Ia melanjutkan, “Situasi ini sebenarnya terkait dengan agenda lain. ISIS telah menjadi alat yang sangat nyaman dan terus dieksploitasi oleh berbagai pihak.” Fidan secara tegas menyebut bahwa sejumlah negara, termasuk rezim mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad, memanfaatkan keberadaan ISIS untuk mendukung narasi dan tujuan politik domestik maupun regional mereka.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah terjadinya serangan yang diklaim dilakukan ISIS terhadap pasukan Amerika Serikat dan personel keamanan Suriah di kota bersejarah Palmyra (Tadmur dalam bahasa Arab), Suriah tengah. Pentagon mengonfirmasi bahwa dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil tewas, sementara tiga personel lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Kementerian Dalam Negeri Suriah juga melaporkan bahwa serangan dilakukan oleh salah seorang anggota ISIS.

Menanggapi insiden Palmyra, Fidan menyebut serangan itu sebagai “provokasi” yang kemungkinan besar dimanfaatkan untuk membenarkan eskalasi militer atau kebijakan politik tertentu. “Keberadaan serangan semacam ini justru memperkuat argumen bahwa ISIS saat ini lebih berfungsi sebagai pemicu agenda eksternal ketimbang ancaman independen yang terorganisir,” ujarnya.

Analis keamanan regional menilai pernyataan Fidan mencerminkan pergeseran paradigma dalam memahami dinamika ISIS pasca-kekalahan teritorialnya pada 2019. Meskipun sel-sel tidur ISIS masih aktif di beberapa wilayah Irak dan Suriah, kemampuan koordinasi dan proyeksi kekuatannya telah menurun drastis. Namun, narasi “ancaman ISIS” tetap dipertahankan oleh sejumlah aktor negara untuk melegitimasi intervensi militer, penguatan kontrol atas wilayah tertentu, atau pengalihan perhatian dari isu domestik.

Baca juga : Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025

Palmyra sendiri, yang memiliki nilai arkeologis luar biasa sejak periode Neolitik, kerap menjadi sasaran simbolis bagi kelompok ekstremis. Kota ini pernah diduduki ISIS pada 2015–2017 dan menyaksikan penghancuran sejumlah situs warisan dunia UNESCO sebelum akhirnya dibebaskan.

Pernyataan Menlu Turkiye ini diperkirakan akan memicu diskusi baru di kalangan pakar hubungan internasional mengenai sejauh mana narasi terorisme global masih mencerminkan realitas ancaman atau telah bergeser menjadi alat geopolitik. Hingga kini, belum ada respons resmi dari Washington atau Damaskus terhadap tuduhan eksploitasi politik yang disampaikan Fidan.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
Next: Kesiapan Infrastruktur Transportasi Jawa Tengah Menjelang Lonjakan Mobilitas Natal dan Tahun Baru 2025/2026

Related Stories

Kesepakatan Perdagangan Kanada-China di Tengah Ketegangan Global
3 min read

Kesepakatan Perdagangan Kanada-China di Tengah Ketegangan Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
Iran Kembali ke Ketenangan yang Rapuh
3 min read

Iran Kembali ke Ketenangan yang Rapuh: Dampak Penindasan Protes dan Ketegangan Geopolitik

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
Ketegangan Imigrasi di Minnesota
4 min read

Ketegangan Imigrasi di Minnesota: Penangkapan Ulang Pengungsi Liberia Picu Debat Hukum dan Ketakutan Komunitas

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Feradi WPI; Pendampingan Hukum Kolaboratif Atasi Sengketa Tanah Warisan di Sukorejo Kendal
  • Karang Taruna Candi Sewu Gelar Pelatihan Affiliate Marketing untuk Pemberdayaan Ekonomi Digital Warga
  • Sekolah Rakyat Berbasis Asrama: Strategi Pendidikan Inklusif untuk Memutus Rantai Kemiskinan di Jawa Timur
  • Revitalisasi Museum Situs Pasir Angin: Komitmen Pemerintah dalam Melestarikan Lapisan Sejarah Nusantara
  • Kolaborasi Strategis Telkomsat dengan Mitra Tiongkok Dorong Inklusi Digital di Nusantara
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.