RI News Portal. Bone 15 Januari 2026 – Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) baru saja menyelesaikan program English Camp 2026, sebuah inisiatif pembelajaran bahasa Inggris berbasis praktik yang berhasil menyatukan peserta dari berbagai latar belakang. Acara ini, yang berlangsung selama tiga hari dari 9 hingga 11 Januari, menonjolkan kolaborasi nasional dengan lembaga pendidikan bahasa dari Sulawesi Selatan, menghadirkan pendekatan inovatif untuk memperkuat kompetensi komunikasi global di kalangan mahasiswa dan siswa sekolah menengah.
Program ini digagas oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMKT, dengan tujuan utama membangun kemampuan berbahasa Inggris yang kontekstual dan interaktif. Berbeda dari model konvensional yang sering terfokus pada teori, English Camp ini menekankan pengalaman langsung yang relevan dengan tuntutan era globalisasi. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai konsep dasar, tapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata, sehingga mereka siap bersaing di panggung internasional,” ungkap Dr. Dzul Rachman, Wakil Dekan II FKIP UMKT, dalam wawancara pasca-acara.
Kehadiran spesialis dari luar daerah menjadi sorotan utama. Miss Ariani Grace, Direktur sekaligus Master of Training dari lembaga kursus bahasa Inggris profesional di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, diundang khusus untuk memimpin pelatihan instruktur dan mendampingi jalannya kegiatan. Pendekatan yang diterapkan, yakni communicative learning, dirancang untuk mendorong peserta berani berbicara tanpa terbebani oleh aturan tata bahasa ketat. “Tujuan kami adalah membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi, di mana peserta belajar menyampaikan ide secara lancar dan alami,” jelas Miss Ariani saat memulai sesi di lokasi acara.

Acara pembukaan dihadiri oleh para pimpinan fakultas, termasuk Direktur Kantor Urusan Internasional UMKT Dr. Rahmatullah Ayu Hasmiati dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Khusnul Khatimah. Mereka menekankan bagaimana program ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan di kampus. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya kurikulum, tapi juga memperkenalkan elemen baru dalam metodologi pengajaran, yang selama ini jarang diterapkan di tingkat regional.
English Camp UMKT 2026 juga terintegrasi dengan konsep Project-Based Learning (PBL) dalam mata kuliah program studi tersebut. Mahasiswa semester lima UMKT turut dilibatkan sebagai panitia dan instruktur, setelah menjalani pembekalan intensif pada 5-8 Januari. Peran mereka mencakup perencanaan dan fasilitasi aktivitas, yang memberikan pengalaman langsung dalam mengelola program pendidikan. Peserta utama, yang terdiri dari siswa SMA dan mahasiswa lintas jurusan di UMKT, terlibat dalam serangkaian kegiatan dinamis seperti permainan berbicara, simulasi peran, diskusi kelompok, presentasi, dan tantangan kolaboratif. Semua elemen ini dirancang untuk meningkatkan kelancaran berbahasa sekaligus membangun jaringan interpersonal.
Baca juga : Penyerahan Tersangka Rokok Ilegal: Komitmen Bea Cukai Kalbagbar dalam Menjaga Integritas Fiskal Negara
Dampak dari program ini diharapkan meluas, tidak hanya bagi peserta tapi juga bagi institusi pendidikan secara keseluruhan. Dengan menggabungkan keahlian lokal dan nasional, UMKT menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lulusan yang adaptif dan berorientasi global. Inisiatif semacam ini, menurut para pengamat pendidikan, bisa menjadi model bagi universitas lain di Indonesia untuk mengintegrasikan praktik nyata dalam kurikulum bahasa asing, sehingga meningkatkan daya saing tenaga kerja muda di pasar internasional.
Sebagai penutup, English Camp ini bukan sekadar kegiatan sementara, melainkan langkah awal menuju transformasi pembelajaran yang lebih inklusif dan efektif. Para pemangku kepentingan di UMKT berharap program serupa dapat diperluas di masa mendatang, dengan lebih banyak kolaborasi lintas wilayah untuk memperkaya ekosistem pendidikan nasional.
Pewarta : Steven Tumuyu

