RI News Portal. Wonogiri, 20 Desember 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Desa Slogoretno, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, dengan menyabet Juara 1 kategori Desa/Kelurahan pada ajang Wonogiri Innovation Awards (WIA) 2025. Keberhasilan ini berkat inovasi unggulan bernama Canting Surga, yang merupakan akronim dari Cegah Stunting Berbasis Unsur Keluarga. Penyerahan penghargaan dilakukan dalam acara puncak yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri pada Kamis, 18 Desember 2025.
Dari perspektif pembangunan kesehatan masyarakat, inovasi Canting Surga menonjol karena mengadopsi pendekatan bottom-up yang menempatkan unit keluarga sebagai elemen sentral dalam pencegahan stunting. Program ini tidak hanya menargetkan intervensi medis semata, melainkan membangun kesadaran dan kapasitas keluarga untuk mengelola aspek gizi, pengasuhan, dan lingkungan hidup secara mandiri. Pendekatan ini selaras dengan prioritas nasional dalam menurunkan prevalensi stunting, yang masih menjadi isu krusial di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di pedesaan Jawa Tengah.
Dewan juri menilai Canting Surga unggul dalam tiga kriteria utama: orisinalitas konsep, keberlanjutan implementasi, serta dampak sosial yang terukur. Salah satu aspek kunci yang ditekankan adalah bagaimana program ini berhasil mengintegrasikan berbagai elemen masyarakat, sehingga menciptakan efek multiplier pada tingkat komunitas. Hasilnya, Desa Slogoretno memperoleh nilai tertinggi di antara ratusan peserta lainnya, sekaligus menjadikan Kecamatan Jatipurno sebagai penerima Juara 1 kategori Kecamatan.

Proses seleksi WIA 2025 dimulai sejak Agustus 2025, dengan partisipasi lebih dari 300 inovasi dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Wonogiri. Tahapan meliputi verifikasi administrasi dan substansi melalui platform digital terintegrasi, diikuti penyaringan menjadi lima finalis terbaik yang mempresentasikan proposal secara langsung. Transparansi proses ini menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas penghargaan.
Secara operasional, Canting Surga diimplementasikan melalui serangkaian kegiatan holistik yang saling terkait. Mulai dari kampanye edukasi kesehatan keluarga, pelatihan pencegahan pernikahan dini bagi remaja, kelas khusus bagi ibu hamil untuk memantau kesehatan janin, optimalisasi posyandu balita dengan pendekatan deteksi dini, pengembangan pendidikan anak usia dini yang integratif, penguatan ketahanan pangan rumah tangga melalui diversifikasi sumber makanan lokal, hingga penyediaan akses air bersih yang merata. Integrasi ini mencerminkan pemahaman mendalam bahwa stunting dipengaruhi oleh faktor multifaset, mulai dari nutrisi hingga sanitasi.
Acara penganugerahan tidak hanya menjadi momentum apresiasi, tetapi juga forum bagi para pemangku kepentingan daerah untuk bertukar pengalaman. Harapan dari pemerintah kabupaten adalah agar model inovasi seperti Canting Surga dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga berkontribusi pada peningkatan indeks pembangunan manusia secara keseluruhan.
Baca juga : Teguhkan Semangat Patriotisme: Upacara Gabungan Hari Bela Negara ke-77 di Jembrana
Kepala Desa Slogoretno, Suparmanto S.M., menekankan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi kolektif. “Penghargaan ini mencerminkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat desa. Ia menjadi penyemangat untuk terus mempertahankan dan mengembangkan inisiatif yang berdampak langsung pada kesejahteraan generasi mendatang,” ungkapnya usai acara.
Prestasi ini menambah daftar capaian Desa Slogoretno sepanjang 2025, yang sebelumnya telah menorehkan berbagai pengakuan di level lokal maupun lebih luas. Keberhasilan tersebut menggarisbawahi potensi besar pembangunan berbasis komunitas dalam menyelesaikan permasalahan struktural seperti stunting melalui inovasi yang kontekstual dan berkelanjutan.
Pewarta: Nandar Suyadi

