RI News Portal. Jakarta, 8 Januari 2026 – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mempercepat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan dengan membangun kemitraan strategis bersama Kerajaan Yordania Hasyimiah, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan riset kedokteran.
Langkah ini ditandai dengan pertemuan bilateral pada Rabu, 7 Januari 2026, antara Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie dengan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush. Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya implementasi konkret kerja sama, dengan prioritas awal pada ilmu kedokteran sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak Indonesia akan tenaga medis berkualitas.
Wakil Menteri Stella Christie menyoroti bahwa penguatan pendidikan kedokteran merupakan agenda strategis nasional. “Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter spesialis dan infrastruktur riset kesehatan yang memadai. Kolaborasi dengan Yordania, yang memiliki tradisi panjang dan pengakuan internasional dalam bidang ini, menjadi peluang penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan praktik terbaik,” ungkapnya.

Yordania memang dikenal sebagai salah satu pusat unggulan pendidikan kedokteran di Timur Tengah, dengan banyak mahasiswa internasional yang memilih negara tersebut untuk mengembangkan kompetensi di bidang ilmu kesehatan. Pengalaman ini diharapkan dapat membantu Indonesia tidak hanya dalam pendidikan dokter, tetapi juga pelatihan tenaga kesehatan lain seperti perawat yang berstandar global.
Duta Besar Sudqi Atallah menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan universitas-universitas Yordania untuk memperdalam hubungan dengan perguruan tinggi Indonesia. Ia menekankan potensi berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan layanan kesehatan masyarakat serta riset terapan yang langsung berdampak pada kebutuhan riil.
Rencana kerja sama yang disepakati mencakup beberapa program konkret: pertukaran mahasiswa dan dosen, kunjungan profesor tamu, penelitian kolaboratif, serta penguatan kapasitas institusi pendidikan kedokteran baik negeri maupun swasta. Langkah lanjutan yang disepakati adalah pembentukan gugus tugas bersama untuk menyusun peta jalan prioritas dan memastikan implementasi yang efektif.
Inisiatif ini memperkuat hubungan diplomatik Indonesia-Yordania yang telah terjalin sejak 1950, terutama di ranah pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Secara lebih luas, kolaborasi ini selaras dengan visi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan internasionalisasi pendidikan tinggi, penguatan sains-teknologi, serta kontribusi langsung perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Dengan demikian, kemitraan ini tidak hanya menjawab tantangan domestik di bidang kesehatan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan kerja sama pendidikan global, khususnya di kawasan Timur Tengah yang semakin strategis.
Pewarta : Albertus Parikesit

