Skip to content
05/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Buser Berita TNI/Polri/KPK
  • Hukum: Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Mengungkap Kerentanan Sistem Pemidanaan Korupsi di Indonesia

Hukum: Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Mengungkap Kerentanan Sistem Pemidanaan Korupsi di Indonesia

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 4 min read
Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Mengungkap Kerentanan Sistem Pemidanaan Korupsi di Indonesia
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 19 Agustus 2025 – Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, yang terjerat dalam skandal korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dengan kerugian negara mencapai Rp2,3 triliun, telah resmi memperoleh pembebasan bersyarat pada 16 Agustus 2025. Keputusan ini didasarkan pada putusan peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) yang memangkas vonisnya dari 15 tahun menjadi 12 tahun dan 6 bulan penjara, memungkinkan Novanto memenuhi syarat administratif setelah menjalani dua pertiga masa hukuman. Namun, proses ini menimbulkan perdebatan akademis mengenai efektivitas deterrence (efek jera) dalam penegakan hukum anti-korupsi, terutama di tengah kontradiksi pernyataan pejabat terkait kewajiban pelaporan pasca-bebas.

Kasus Novanto bermula dari vonis Pengadilan Tipikor pada 2018, yang menyatakan dirinya bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU PTPK) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Hukuman awal mencakup 15 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan, dan kewajiban membayar uang pengganti sebesar USD7,3 juta (dikurangi Rp5 miliar yang telah disetor ke KPK), dengan subsider 2 tahun penjara jika tidak dibayar. Selain itu, hak politiknya dicabut selama 5 tahun pasca-pemidanaan.

Pada 4 Juni 2025, MA mengabulkan PK Novanto melalui Putusan Nomor 32 PK/Pid.Sus/2020, yang memangkas pidana pokok menjadi 12 tahun 6 bulan, denda tetap Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan, dan pencabutan hak politik menjadi 2 tahun 6 bulan. Uang pengganti disesuaikan menjadi sekitar Rp49 miliar, yang telah dilunasi, sehingga menghindari subsider tambahan. Putusan ini mempertimbangkan faktor mitigasi seperti kontribusi Novanto dalam program rehabilitasi di Lapas Sukamiskin, termasuk partisipasi aktif dalam ketahanan pangan dan pembinaan spiritual, yang dinilai sebagai bukti perbaikan diri.

Secara kronologis, Novanto telah menerima remisi kumulatif sejak 2023, termasuk remisi khusus Hari Raya Idul Fitri (30 hari masing-masing pada 2023 dan 2024) dan remisi Hari Kemerdekaan (90 hari pada 2023), meskipun tidak ada remisi tambahan pada HUT RI ke-80 tahun ini. Hal ini mempercepat pemenuhan syarat dua pertiga masa pidana, yang secara matematis dihitung sebagai berikut: Dari total 12,5 tahun (150 bulan), dua pertiga adalah sekitar 100 bulan. Dengan masa tahanan sejak 2017 dan remisi akumulatif sekitar 28 bulan, Novanto memenuhi ambang batas per Mei 2025, meskipun pelaksanaannya baru pada Agustus. Untuk menghitung secara sederhana: Jika masa pidana efektif setelah PK adalah T = 150 bulan, syarat pembebasan bersyarat adalah (2/3) × T ≈ 100 bulan. Dengan masa tahanan aktual M (sekitar 92 bulan sejak 2017) ditambah remisi R (28 bulan), total M + R > 100 bulan, sehingga memenuhi Pasal 15A UU No. 22/2022 tentang Pemasyarakatan.

Baca juga : Puncak Perayaan HUT RI ke-80 di Desa Sriagung: Pembagian Hadiah sebagai Simbol Kesatuan dan Pembangunan SDM Lokal

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto menegaskan bahwa pembebasan bersyarat Novanto telah melalui asesmen ketat dan bahkan terlambat dari jadwal ideal 25 Juli 2025. “Iya, karena sudah melalui proses asesmen, dan yang bersangkutan berdasarkan hasil pemeriksaan PK itu sudah melampaui waktunya,” ujar Agus usai upacara HUT RI di Istana Merdeka. Ia menambahkan bahwa tidak ada kewajiban pelaporan berkala karena “denda subsidier sudah dibayar,” yang menurutnya menghapus segala beban tambahan.

Namun, pernyataan ini bertolak belakang dengan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Kusnali, yang menyatakan Novanto tetap wajib lapor bulanan hingga April 2029. “Bebas bersyarat masih ada kewajiban untuk lapor dalam setiap sebulan. Sampai dengan masa percobaan April tahun 2029,” tegas Kusnali di Bandung. Kontradiksi ini mungkin timbul dari pemahaman berbeda antara denda subsidier (yang memang telah dilunasi) dan kewajiban supervisi pasca-PB, yang diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 7/2022. Denda subsidier berkaitan dengan pidana tambahan, sementara wajib lapor adalah bagian integral dari PB untuk memastikan reintegrasi sosial, bukan tergantung pada pembayaran denda semata.

Dari perspektif kriminologi, pembebasan bersyarat Novanto menyoroti kerentanan sistem pemidanaan Indonesia dalam menciptakan efek jera bagi koruptor kelas kakap. Profesor Hukum dari Universitas Islam Bandung, Nandang Sambas, menilai hal ini “merusak konsistensi penegakan hukum” dan dapat menimbulkan distrust masyarakat terhadap keadilan. Zaenur Rohman dari Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas Gadjah Mada menambahkan bahwa KPK masih “berhutang” resolusi kasus ini, termasuk pengejaran tersangka lain seperti Paulus Tannos, untuk memperkuat deterrence.

Secara komparatif, kasus ini mirip dengan pembebasan bersyarat koruptor lain seperti Akil Mochtar atau Anas Urbaningrum, di mana remisi dan PK sering mengurangi vonis efektif hingga 30-40%. Analisis ini menunjukkan perlunya reformasi UU PTPK untuk membatasi PK pada kasus korupsi, atau memperketat syarat PB dengan memasukkan faktor dampak sosial kerugian negara. Publik di platform X juga bereaksi kritis, dengan tagar seperti #SetyaNovantoBebas mencerminkan kekhawatiran atas janji Presiden Prabowo Subianto untuk hukuman korupsi hingga 50 tahun.

Dalam konteks lebih luas, pembebasan ini terjadi di tengah upaya pemerintah memperkuat lembaga pemasyarakatan, namun tanpa penanganan kontradiksi internal seperti ini, kredibilitas sistem hukum berisiko terkikis. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi apakah PB semacam ini benar-benar mendukung rehabilitasi atau justru melemahkan akuntabilitas.

Pewarta : Yudha Purnama

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Puncak Perayaan HUT RI ke-80 di Desa Sriagung: Pembagian Hadiah sebagai Simbol Kesatuan dan Pembangunan SDM Lokal
Next: Penangkapan Pengedar Narkotika di Wonogiri: Peredaran Zat Terlarang di Wilayah Pedesaan Jawa Tengah

Related Stories

Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Tengah Masyarakat Wonogiri
2 min read

Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Tengah Masyarakat Wonogiri

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 jam ago 0
Dua Batang Besi Pengaman Jembatan Melawi II Raib
2 min read

Dua Batang Besi Pengaman Jembatan Melawi II Raib, Polisi Gerak Cepat Selidiki Dugaan Pencurian

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 jam ago 0
Menko Polkam Djamari Chaniago Tinjau Langsung Kesiapan YIA Jelang Mudik Lebaran 2026
2 min read

Menko Polkam Djamari Chaniago Tinjau Langsung Kesiapan YIA Jelang Mudik Lebaran 2026, TNI AL Ikut Amankan Kedatangan

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Kondisi Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah Tetap Terkendali di Tengah Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran
  • Pemprov Banten Percepat Ekspansi Layanan Gizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
  • Sinergi Kesehatan dan Transportasi: Menhub Dudy Purwagandhi Gandeng Menkes Budi Gunadi Sadikin Perkuat Layanan Medis di Simpul Mudik Lebaran 2026
  • Momentum Sedekah Dieksploitasi?, Pengemis Cantik Berjilbab Menghebohkan Warga Pancung Soal
  • Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Tengah Masyarakat Wonogiri
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.