RI News Portal. Slawi – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tegal sejak beberapa hari terakhir mencapai puncaknya pada Selasa (3/2/2026) sore, memicu pergerakan tanah masif di Dukuh Tigasari, Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Peristiwa yang bermula sekitar pukul 14.48 WIB ini menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan, termasuk kompleks Pondok Pesantren Al Adalah 1 yang terpaksa ditutup sementara, serta puluhan rumah warga di sekitar lokasi rawan.
Meski dampak material cukup signifikan, aparat gabungan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Respons cepat dari unsur keamanan dan penanggulangan bencana menjadi kunci pengendalian situasi. Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas absolut.
“Personel Polres Tegal bergerak sejak awal kejadian, melakukan evakuasi warga, pengamanan perimeter lokasi, serta mengarahkan masyarakat menuju tempat aman. Kami bersinergi penuh dengan TNI, BPBD, PMI, pemerintah desa, dan relawan setempat untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan,” ujar AKBP Bayu Prasatyo dalam keterangan resminya.

Akibat pergerakan tanah yang lambat namun terus-menerus, struktur bangunan di Pondok Pesantren Al Adalah 1 mengalami kerusakan berat hingga tidak layak huni sementara. Para santri yang berada di lokasi langsung dipindahkan ke tempat penampungan alternatif yang lebih aman guna menghindari potensi longsor susulan. Demikian pula dengan warga sekitar yang rumahnya retak atau miring akibat pergeseran tanah; mereka diimbau untuk tidak kembali ke rumah hingga petugas menyatakan aman.
Hingga Rabu pagi, tim gabungan masih melakukan pemantauan intensif dan penyisiran di wilayah terdampak. Pemetaan zona rawan terus dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik potensial pergerakan lanjutan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak stabil dan berpotensi hujan lebat kembali.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan kerentanan wilayah lereng di Kabupaten Tegal terhadap bencana hidrometeorologi, terutama pada musim hujan ekstrem. Kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi geologis tanah yang labil kerap memicu tanah bergerak, yang dampaknya bisa merembet ke infrastruktur pendidikan, permukiman, dan mata pencaharian warga.
Polres Tegal menegaskan komitmen berkelanjutan untuk mendampingi masyarakat terdampak, baik melalui pengamanan maupun koordinasi bantuan. Masyarakat sekitar diimbau tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta melaporkan segera jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan baru atau suara gemuruh dari lereng.
Situasi terkini di lokasi terpantau terkendali di bawah pengawasan ketat tim gabungan. Perkembangan lebih lanjut akan terus dipantau dan disampaikan secara transparan kepada publik.
Pewarta: Ikhwanudin

