RI News. Kulon Progo – Senyum haru tak bisa disembunyikan dari wajah Ibu Waginem, warga Padukuhan Tubin, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Pada Kamis (30/4/2026), rumahnya yang selama ini kurang layak huni mulai berubah wujud berkat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026.
Pengerjaan rumah Ibu Waginem telah dimulai sejak program TMMD berjalan. Satuan Tugas (Satgas) TMMD bersama warga setempat bahu-membahu menggali lubang pondasi, kemudian melanjutkan pembuatan pondasi yang kokoh. Kini, pembangunan memasuki tahap pemasangan dinding atau tembok bangunan, serta pemasangan kusen pintu dan jendela.
Babinsa Sidorejo, Sertu Pardi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya sinergi TNI dengan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hunian warga. Selain Ibu Waginem, beberapa warga lain juga menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yaitu Pak Tupon dari Padukuhan Diran, Pak Kamardi dari Padukuhan Senden, serta Pak Affan dari Padukuhan Jurug.

Sementara itu, bantuan RTLH jenis Aladin diberikan kepada Pak Suparman (Padukuhan Jekeling), Pak Poniman (Padukuhan Gerjen), Bu Parni (Padukuhan Getan), Pak Poniran (Padukuhan Sapon), Pak Tumar (Padukuhan Jurug), dan Bu Lasinem (Padukuhan Kwarakan).
Ibu Waginem mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Sudah lama sekali kami menginginkan memiliki rumah layak huni dan sehat. Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan terima kasih kepada pemerintah serta TNI, sehingga keinginan kami tersebut akan segera terwujud,” tuturnya dengan suara haru.
Ia pun mendoakan kelancaran seluruh proses pembangunan. “Semoga pengerjaan pembangunan rumah kami dapat berjalan dengan lancar, agar rumah layak huni dan sehat yang kami inginkan segera dapat kami miliki, nyaman untuk kami tempati,” doanya.
Program TMMD Reguler ke-128 di Kalurahan Sidorejo tidak hanya fokus pada perbaikan rumah, tetapi juga berbagai sasaran fisik lainnya yang melibatkan partisipasi aktif warga. Semangat gotong royong yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan lingkungan desa yang lebih baik.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak fisik berupa hunian yang layak, tetapi juga memperkuat tali persaudaraan antara TNI dan masyarakat sipil di wilayah tersebut.
Pewarta: Lee Anno


