RI News Portal. Wonogiri, 31 Januari 2026 – Upaya membangun fondasi karakter bangsa melalui pendidikan dasar semakin menguat di wilayah pedesaan Jawa Tengah. Di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, puluhan guru sekolah dasar (SD) mengikuti pelatihan intensif Peraturan Baris-Berbaris (PBB) serta Tata Upacara Bendera (TUB), sebagai langkah kolaboratif antara dunia pendidikan dan institusi pertahanan negara.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari Sabtu ini dipusatkan di Pendopo Kecamatan Jatisrono dan Lapangan Tenis setempat. Peserta merupakan perwakilan guru dari berbagai SD di kecamatan tersebut, yang nantinya bertugas menjadi motor penggerak penerapan disiplin baris-berbaris dan pelaksanaan upacara bendera secara rutin di sekolah masing-masing.
Pelatihan ini dipandu langsung oleh Pelda Ariyanto dari Koramil 14/Jatisrono, dibantu tiga Babinsa yaitu Sertu Mianto, Sertu Agus Guridno, dan Serda Miftahul. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada aspek militer murni, melainkan disesuaikan dengan psikologi anak usia sekolah dasar agar mudah diterapkan dan menyenangkan.

Materi teori dan praktik mencakup sikap sempurna, gerakan penghormatan, hadap kiri-kanan, langkah tegap, serta teknik pemberian aba-aba yang tepat dan berwibawa. Khusus untuk TUB, peserta dibekali pengetahuan mendalam tentang susunan petugas upacara, prosedur pengibaran Sang Saka Merah Putih sesuai regulasi, pengaturan barisan, hingga etika pelaksanaan upacara baik pada hari Senin biasa maupun peringatan hari besar nasional.
Pelda Ariyanto menekankan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan pembentukan karakter. “Guru memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan nasionalisme sejak usia dini. Penguasaan teknik PBB dan tata upacara yang benar akan membuat upacara di sekolah berlangsung lebih tertib, khidmat, dan penuh makna edukatif. Hasilnya, siswa dapat menyerap nilai tanggung jawab, disiplin, serta rasa cinta tanah air secara mendalam,” ujarnya saat memberikan arahan.
Kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari pembinaan teritorial TNI yang bersinergi dengan sektor pendidikan. Kolaborasi semacam ini diyakini mampu memperkaya kompetensi pendidik sekaligus memperkuat pembinaan peserta didik menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan.
Baca juga : Danrem 072/Pamungkas: Gelar Pahlawan bagi Soeharto Momentum Refleksi Kepemimpinan Teladan
Ketua panitia Kalis, bersama Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Jatisrono Lestari Ning Purwanti serta Ketua Komite Sekolah (KKS) Jatisrono Mulyadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Mereka menilai pelatihan tersebut sangat relevan dan langsung berdampak pada peningkatan kualitas pembinaan siswa.
“Sinergi antara pendidikan dan TNI perlu terus dipertahankan dan dikembangkan. Tidak hanya menambah keterampilan guru, tapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter siswa yang lebih disiplin dan cinta negara. Ke depan, diharapkan pelaksanaan upacara bendera di seluruh SD Jatisrono menjadi lebih seragam, profesional, dan sarat nilai-nilai luhur bangsa,” kata Lestari Ning Purwanti.
Dengan bekal baru ini, para guru diharapkan mampu mengimplementasikan pembelajaran disiplin secara konsisten, sehingga sekolah benar-benar menjadi ladang subur pembentukan generasi penerus bangsa yang tangguh dan berintegritas.
Pewarta: Nandar Suyadi

