Skip to content
28/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Greenland di Persimpangan Pertahanan Nuklir: Ambisi “Golden Dome” Trump Memantik Ketegangan Arktik

Greenland di Persimpangan Pertahanan Nuklir: Ambisi “Golden Dome” Trump Memantik Ketegangan Arktik

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 minutes read
Trump Memantik Ketegangan Arktik
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Paris – Pulau Greenland kembali menjadi pusat perhatian geopolitik global. Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia Davos pekan ini, menegaskan kembali pentingnya wilayah semi-otonom milik Denmark itu bagi keamanan nasional AS. Kali ini, ia mengaitkannya secara langsung dengan proyek ambisius bernama “Golden Dome”—sistem pertahanan rudal berlapis yang dirancang untuk melindungi daratan Amerika dari ancaman balistik dan hipersonik.

Konsep “Golden Dome” yang diumumkan sejak pertengahan 2025 ini digadang-gadang sebagai evolusi modern dari gagasan “Star Wars” era Reagan, dengan anggaran mencapai miliaran dolar dan target operasional penuh sebelum 2029. Trump berulang kali menyatakan bahwa lokasi Greenland—tepat di jalur lintasan rudal balistik antarbenua (ICBM) dari Rusia atau China menuju target di AS—menjadikannya titik krusial. Rudal-rudal tersebut, jika diluncurkan dalam skenario konflik hipotetis, akan melintas di atas wilayah Arktik, termasuk Greenland, memberikan waktu respons lebih panjang bagi sistem peringatan dini AS.

Pangkalan Luar Angkasa Pituffik (dahulu Thule Air Base) di Greenland utara sudah lama menjadi salah satu mata paling tajam Pentagon. Radar AN/FPS-132 di sana mampu mendeteksi peluncuran rudal dari jarak ribuan kilometer, termasuk dari silo-silo di Rusia atau ladang silo baru di China. Lokasi di atas Lingkar Arktik memungkinkan pantauan menyeluruh terhadap potensi ancaman dari utara. Para analis pertahanan mengakui nilai strategis ini: Greenland memberikan AS keunggulan waktu berharga untuk menganalisis dan merespons serangan.

Namun, argumen Trump bahwa kepemilikan penuh atas Greenland mutlak diperlukan untuk “Golden Dome” menuai kritik tajam dari pakar pertahanan. Mereka menyoroti bahwa AS telah mengoperasikan fasilitas militer di pulau itu selama puluhan tahun berdasarkan perjanjian pertahanan 1951 dengan Denmark—tanpa perlu menguasai kedaulatan. Pakar nuklir Prancis Etienne Marcuz, misalnya, menekankan bahwa radar peringatan dini serupa juga beroperasi di Inggris (Fylingdales), tanpa ada tuntutan akuisisi wilayah. Selain itu, kemajuan sensor berbasis luar angkasa yang sedang diuji coba diyakini akan mengurangi ketergantungan pada instalasi darat di Greenland.

Perkembangan terbaru menunjukkan pergeseran nada. Setelah mengancam tarif perdagangan terhadap beberapa negara Eropa—termasuk Denmark—untuk memaksa negosiasi, Trump mengumumkan adanya “kerangka kesepakatan masa depan” dengan Sekjen NATO Mark Rutte. Kesepakatan itu disebut mencakup akses militer luas AS ke Greenland, kolaborasi dalam “Golden Dome”, serta hak atas sumber daya mineral kritis di Arktik. Trump menegaskan AS akan memperoleh “akses total dan permanen” tanpa batas waktu, meski ia juga menyatakan tidak akan menggunakan kekerasan.

Baca juga : Pemindahan Massal Tahanan ISIS: Dari Penjara Suriah ke Irak, Pencegahan atau Risiko Baru?

Pernyataan ini memicu respons beragam. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan kedaulatan wilayahnya tidak bisa ditawar, sambil menyatakan kesiapan berdialog konstruktif soal penguatan keamanan Arktik—dengan syarat menghormati integritas teritorial. Di sisi lain, penduduk Greenland dan pemimpin lokal terus menolak gagasan penjualan atau pengalihan kedaulatan, menekankan prinsip “tidak ada keputusan tentang kami tanpa kami”.

Di balik retorika keamanan, isu ini mencerminkan persaingan besar kekuatan di Arktik yang semakin terbuka akibat perubahan iklim. Rusia dan China aktif memperluas kehadiran militer dan ekonomi di kawasan itu, sementara NATO berupaya memperkuat postur pertahanannya. Greenland, dengan cadangan mineral langka yang vital bagi teknologi modern, menjadi arena tarik-menarik antara kepentingan strategis dan hak penentuan nasib sendiri.

Meski “kerangka kesepakatan” ini membuka jalan dialog, detailnya masih samar dan negosiasi diprediksi panjang. Yang jelas, ambisi “Golden Dome” Trump telah menempatkan Greenland bukan sekadar pulau es terpencil, melainkan elemen sentral dalam arsitektur pertahanan global abad ke-21.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pemindahan Massal Tahanan ISIS: Dari Penjara Suriah ke Irak, Pencegahan atau Risiko Baru?
Next: Janji Rekonstruksi Megah di Davos, Kenyataan: Rakyat Bakar Plastik Sampah untuk Bertahan Hidup

Related Stories

Rubio Yakinkan Negara Teluk

Rubio Yakinkan Negara Teluk: AS Tetap Solid Dukung Kawasan di Tengah Negosiasi Iran

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 hari ago 0
Rusia Kerahkan Perisai Udara ke Moskow dan Kediaman Putin

Rusia Kerahkan Perisai Udara ke Moskow dan Kediaman Putin, Ukraina Terus Gempur Kilang Minyak Jauh di Dalam Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 hari ago 0
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Puluhan Warga Pasca-Kesepakatan

Gencatan Senjata Rapuh: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Puluhan Warga Pasca-Kesepakatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  2. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  3. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  4. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda
  5. Wisnu mengenai Ning Nuri: Srikandi PKB Ngawi yang Siap Merajut Kekuatan untuk Pemilu 2029

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Tradisi Baritan Salam Wates: Pawai Budaya dan Lomba Kuliner Memperkuat Ikatan Leluhur di Trenggalek
  • Car Free Day BOGA SAMPIR di Lor Tawang: Momen Kebersamaan yang Menghidupkan Ekonomi dan Budaya Desa Tawangrejo
  • FKJR Gandeng PT WAI, Percepatan Infrastruktur Kendaraan Listrik di Jogja dan Jateng Segera Terwujud
  • Drama Sundulan Akhir: Kroasia Bangkit di Menit Krusial dan Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
  • Adab Tinggi Kapolres Melawi: Menunduk, Mencium Tangan, dan Memeluk Sesepuh di Tengah Tugas Kepemimpinan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.