RI News Portal. Kulon Progo, 15 Februari 2026 – Di halaman hijau SMK Negeri 1 Temon, ratusan taruna dan taruni berkumpul dalam semangat tinggi mengikuti Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang 4 Triwulan I Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14 hingga 15 Februari 2026, ini bukan sekadar rutinitas berkemah biasa, melainkan sebuah proses pembentukan karakter yang mendalam.
Acara tersebut dilaksanakan atas koordinasi Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta. Komandan Lanal Yogyakarta, Kolonel Marinir Hafied Indarwan, S.E., diwakili oleh Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Lanal Yogyakarta, secara resmi membuka dan mengawasi rangkaian kegiatan. Para peserta, yang mayoritas berasal dari kalangan siswa sekolah berbasis ketarunaan seperti SMKN 1 Temon, menjalani serangkaian aktivitas intensif mulai dari pendidikan dasar kepemimpinan, latihan disiplin, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Lebih dari sekadar bermalam di tenda dan menyalakan api unggun, Persami ini dirancang sebagai “Kawah Candradimuka” bagi generasi muda. Melalui pengalaman hidup di alam terbuka, peserta diajak membangun kemandirian, rasa tanggung jawab, kerja sama tim, serta kecintaan terhadap alam dan tanah air. Api unggun malam hari menjadi momen refleksi bersama, di mana nilai-nilai Pancasila dan semangat nasionalisme kembali ditekankan secara hidup dan kontekstual.

Dalam sambutannya yang disampaikan melalui perwakilan, Kolonel Marinir Hafied Indarwan menekankan harapan besar terhadap kegiatan semacam ini. Menurutnya, Persami KKRI menjadi wahana strategis untuk memperluas wawasan kebangsaan para remaja, memperdalam pemahaman terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, serta mengasah jiwa kepemimpinan dan keterampilan praktis. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap generasi muda adalah penerus bangsa yang harus siap bertanggung jawab atas keberlangsungan NKRI,” ujarnya melalui pernyataan yang disampaikan Pasiter Lanal Yogyakarta.
SMKN 1 Temon, sebagai tuan rumah, menjadi lokasi yang tepat mengingat karakter sekolah yang berbasis ketarunaan, maritim, dan disiplin tinggi. Para taruna sekolah ini tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari baris-berbaris, gladi keterampilan dasar militer, hingga diskusi kelompok tentang isu kebangsaan kontemporer.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada akhir pekan ini saja, melainkan menjadi bekal berkelanjutan bagi para peserta dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara yang berkarakter kuat dan berintegritas.
Pewarta: Lee Anno

