Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Gencatan Senjata TNLA-Militer Myanmar: Tekanan Tiongkok dan Kalkulasi Strategis Jelang Pemilu Junta

Gencatan Senjata TNLA-Militer Myanmar: Tekanan Tiongkok dan Kalkulasi Strategis Jelang Pemilu Junta

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 bulan ago 4 minutes read
Tekanan Tiongkok dan Kalkulasi Strategis Jelang Pemilu Junta
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Kunming, Tiongkok – Di tengah eskalasi konflik bersenjata yang telah melanda Myanmar sejak kudeta militer 2021, kelompok pemberontak Ta’ang National Liberation Army (TNLA) baru saja mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan pasukan junta. Perundingan damai yang berlangsung selama dua hari di wilayah selatan Tiongkok ini menandai intervensi langsung Beijing untuk meredam ketegangan di perbatasan, sambil membuka ruang bagi pemilu kontroversial yang dijadwalkan akhir tahun ini.

Kesepakatan tersebut, yang diumumkan pada akhir Oktober 2025, mengharuskan TNLA menarik pasukannya dari dua kota strategis di wilayah Shan utara: Mogok dan Mongmit. Sebagai gantinya, militer Myanmar berjanji menghentikan serangan udara intensif yang telah menjadi rutinitas harian terhadap posisi TNLA. Langkah ini datang setelah tekanan berkelanjutan dari pemerintah Tiongkok, yang khawatir akan dampak ketidakstabilan terhadap kepentingan ekonominya di kawasan tersebut.

Latar belakang kesepakatan ini tidak lepas dari dinamika Operasi 1027, inisiatif gabungan kelompok etnis bersenjata yang dimulai pada akhir 2023. Dalam fase kedua operasi tersebut pada Juli tahun lalu, TNLA berhasil merebut Mogok—pusat pertambangan permata terkenal—dan Mongmit, sehingga menguasai sebagian besar Shan utara. Wilayah ini bukan hanya basis kekuatan etnis Ta’ang, tetapi juga koridor vital perdagangan darat antara Myanmar dan Tiongkok, yang menyumbang miliaran dolar dalam ekspor barang seperti mineral langka dan kayu.

Keberhasilan operasi ini telah menggeser keseimbangan kekuatan, membawa kelompok perlawanan semakin dekat ke wilayah Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar yang juga menjadi markas Akademi Pertahanan Nasional. Ancaman ini memicu alarm di Beijing, yang melihat potensi kekacauan sebagai risiko bagi stabilitas regional. Dari perspektif geopolitik, Tiongkok telah lama berperan sebagai penyeimbang di Myanmar, mendukung junta untuk menjaga investasi infrastrukturnya seperti pipa minyak dan proyek Belt and Road Initiative, sambil menghindari runtuhnya pemerintahan yang bisa memicu gelombang pengungsi atau konflik lintas batas.

Untuk memaksakan negosiasi, Tiongkok menerapkan langkah-langkah ekonomi yang tegas. Perbatasan antara provinsi Yunnan dan wilayah di bawah kendali TNLA ditutup, memutus alur perdagangan krusial. Selain itu, pasokan internet, bahan bakar, dan listrik ke daerah tersebut dipangkas, memperlemah logistik pemberontak dan memaksa mereka ke meja perundingan. Pendekatan ini mencerminkan strategi “soft power” dengan elemen koersif, di mana Beijing memanfaatkan ketergantungan ekonomi untuk mengelola konflik tanpa intervensi militer langsung—sebuah pola yang mirip dengan intervensi Tiongkok di konflik etnis lain di Asia Tenggara.

Gencatan senjata ini muncul tepat menjelang pemilu yang digelar junta dalam dua tahap: 28 Desember 2025 dan 11 Januari 2026. Pemilu ini, yang diklaim sebagai langkah menuju demokrasi oleh militer, justru dikritik sebagai upaya legitimasi kekuasaan di tengah boikot luas dari kelompok oposisi dan masyarakat sipil. Dengan penarikan TNLA dari Mogok dan Mongmit, junta memperoleh ruang untuk melaksanakan pemungutan suara di wilayah yang sebelumnya rawan konflik, potensial meningkatkan partisipasi dan mengurangi gangguan dari kelompok perlawanan.

Baca juga : ASEAN Jelajahi Potensi Energi Nuklir dalam Transisi Menuju Energi Bersih

Namun, para analis konflik menilai kesepakatan ini lebih bersifat taktis daripada permanen. “Ini bukan akhir dari perlawanan, melainkan jeda strategis,” kata seorang pakar urusan Asia Tenggara dari lembaga riset independen di Singapura, yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurutnya, TNLA mungkin menggunakan waktu ini untuk mengonsolidasikan kekuatan di wilayah inti Shan utara, sementara junta memanfaatkannya untuk memperkuat posisi politiknya. Dalam konteks teori resolusi konflik, gencatan senjata semacam ini sering kali menjadi alat manajemen krisis jangka pendek, di mana pihak-pihak terlibat saling menguji komitmen lawan sambil mempersiapkan eskalasi potensial.

Implikasi lebih luas dari kesepakatan ini meluas ke stabilitas regional. Bagi Tiongkok, ini memperkuat peranannya sebagai mediator utama di Myanmar, mengimbangi pengaruh Barat yang mendukung kelompok pro-demokrasi. Sementara itu, bagi masyarakat Myanmar, gencatan senjata menawarkan jeda dari kekerasan, meski tidak menyelesaikan akar masalah seperti otonomi etnis dan restorasi demokrasi. Di tengah ketidakpastian, pengamat internasional menyerukan pengawasan ketat terhadap implementasi kesepakatan, untuk mencegah pelanggaran yang bisa memicu babak baru konflik.

Kesepakatan ini, meski rapuh, menyoroti kompleksitas konflik Myanmar: perpaduan antara aspirasi etnis, kepentingan geopolitik, dan tekanan ekonomi. Saat pemilu mendekat, dunia akan menyaksikan apakah jeda ini membuka jalan bagi perdamaian berkelanjutan atau hanya menunda ledakan berikutnya.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: ASEAN Jelajahi Potensi Energi Nuklir dalam Transisi Menuju Energi Bersih
Next: Program Magang Nasional 2025: Kesempatan Emas bagi Lulusan Baru dengan Upah Setara UMK

Related Stories

Kedaulatan Kognitif Anak

Kedaulatan Kognitif Anak: Polandia Memulai Era Sekolah Bebas Ponsel

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik

Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik: Kapal Angkut Militer Jepang Bertolak Padamkan Karhutla Kalimantan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
JSDF Kirim Kapal Tempur

JSDF Kirim Kapal Tempur & Helikopter ke Indonesia: Jepang Dukung Pemadam Karhutla dengan 600 Personel

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
  • Respon Cepat Karhutla: Polsek Nanga Pinoh Tembus Medan Terjal Padamkan Api di Lahan Mineral Melawi
  • Respon Cepat Karhutla Melawi: Pelajaran Penting dari Responsifitas Lapangan dan Tantangan Geografis Nanga Mancur
  • Respon Darurat Karhutla: Pendekatan Humanis Kepolisian Meringankan Beban Warga Melawi
  • Merajut Kemanunggalan di Ruang Publik: Perspektif Sosiologis dan Kesehatan Masyarakat pada TNI Run 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by