RI News Portal. Wonogiri – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di laut tenggara Pacitan, Jawa Timur, mengguncang Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Jumat (6/2/2026) dini hari. Meski getaran dirasakan cukup kuat hingga memaksa warga keluar rumah, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Berdasarkan hasil observasi lapangan dan laporan masyarakat, kerusakan paling banyak terjadi pada bangunan non-struktural, terutama atap rumah, plafon sekolah, serta fasilitas kesehatan dan ibadah. Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama menyatakan bahwa kerusakan tersebar di beberapa kecamatan, dengan mayoritas berupa retaknya tembok, ambruknya plafon, dan melorotnya genting.
Di Kecamatan Tirtomoyo, tembok dan tiang depan Makoramil 07/Tirtomoyo mengalami retak. Dua rumah warga rusak pada bagian atap dan dinding, plafon SDN 3 Dlepih ambruk, sementara talut di dekat kantor guru SDN 2 Hargantoro retak dan berpotensi longsor.

Kecamatan Giritontro mencatat kerusakan pada atap dua rumah warga akibat genting melorot, serta genting Masjid Surogalih yang rusak. Di Kecamatan Jatiroto, beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan atap. Kerusakan serupa terjadi di Kecamatan Jatipuro, Giriwoyo, dan Sidoharjo, di mana mayoritas rumah warga mengalami pelorotan genting yang menyebabkan atap rusak.
Kerusakan terparah dilaporkan di Kecamatan Jatisrono, di mana plafon teras, musala, dan ruang tunggu Puskesmas Jatisrono 2 jebol di tiga titik. Plafon ruang tunggu yang runtuh mencakup area seluas 135 m², plafon teras seluas 45 m², dan plafon lorong seluas 45 m². Kepala Puskesmas Jatisrono 2, Agus Sulistiyono SKM, menyatakan bahwa reruntuhan material plafon membuat ruangan porak-poranda, dengan estimasi biaya pemulihan plafon mencapai sekitar 80 juta rupiah. Ia menambahkan bahwa perbaikan akan segera dilakukan dalam waktu singkat.
Selain itu, atap SMK 2 PGRI Wonogiri dan kantor DPC PDI Perjuangan Wonogiri juga ambruk akibat guncangan.
Fuad Wahyu Pratama menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa, luka, maupun hilang dalam kejadian ini. Getaran gempa yang berpusat sekitar 90 kilometer tenggara laut Pacitan dirasakan cukup kuat di Wonogiri, sehingga warga sempat panik dan keluar rumah untuk menghindari gempa susulan.
BPBD Wonogiri telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen cepat di wilayah terdampak. Fuad mengimbau warga tetap tenang namun terus waspada terhadap potensi gempa susulan.
Pewarta: Nandar Suyadi

