RI News Portal. Wonogiri – Polres Wonogiri menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendekatan keamanan berbasis masyarakat (community policing) melalui dukungan penuh terhadap kepengurusan baru Senkom (Serikat Komunikasi) Mitra Polri Kabupaten Wonogiri. Momentum ini ditandai dengan kehadiran dan arahan langsung Kapolres dalam pelantikan pengurus masa bakti 2026–2031, Selasa (27/1), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri.
Acara yang dihadiri sekitar 130 orang, termasuk unsur Forkopimda, pimpinan instansi, serta jajaran Senkom tingkat provinsi dan kabupaten, bukan sekadar seremonial. Kegiatan ini diposisikan sebagai strategi formal untuk mengkonsolidasikan peran masyarakat sipil sebagai force multiplier dalam penegakan hukum dan ketertiban.
Dalam pidatonya, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengapresiasi kontribusi Senkom selama ini. Ia menyebut bahwa stabilitas keamanan di Wonogiri merupakan hasil kolaborasi multipihak. “Situasi Kamtibmas yang kondusif adalah buah dari sinergi. Senkom Mitra Polri telah menjadi mata, telinga, dan tangan yang memperluas jangkauan pelayanan dan pengawasan kami di komunitas,” ujarnya.

Kapolres secara khusus menjabarkan peran strategis Senkom yang melampaui fungsi konvensional. Lembaga ini, menurutnya, beroperasi pada tiga lapis utama: sebagai early warning system untuk mendeteksi potensi konflik sosial, sebagai kanal diseminasi informasi publik yang kredibel, dan sebagai unit respons cepat bantuan kemanusiaan saat bencana.
Dukungan serupa disuarakan oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri, yang diwakili Sekda F.X. Pranata, A.P., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menekankan posisi Senkom sebagai “jembatan komunikasi” yang krusial untuk mendekatkan aparat dengan dinamika di tingkat akar rumput.
Menanggapi tantangan ke depan, Ketua Senkom Kabupaten Wonogiri H. Kardi Admojo, S.A.P., mengidentifikasi aspek geografis wilayah yang beragam sebagai faktor kritis. “Kecepatan dan akurasi informasi adalah kunci. Untuk itu, adaptasi teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengurus akan menjadi prioritas kami,” jelas Kardi. Pernyataan ini sejalan dengan pesan Ketua Senkom Provinsi Jawa Tengah, H. Guntur Ivanto, S.T., M.T., yang menekankan profesionalisme dan keberlanjutan program.
Baca juga : Uji Kepatutan Usai, Paripurna DPR Sahkan Sembilan Pilar Ombudsman 2026-2031
Analisis mengindikasikan bahwa pelantikan ini merefleksikan pergeseran paradigma dalam manajemen keamanan daerah, dari model yang sentralistis-state centric menuju model kolaboratif-networked governance. Dengan masa bakti lima tahun ke depan, penguatan kelembagaan Senkom diharapkan tidak hanya mempertahankan, tetapi juga meningkatkan indeks keamanan publik melalui partisipasi warga yang terstruktur dan terlegitimasi.
Sinergi tritunggal antara Polri, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat seperti Senkom ini diprediksi akan menjadi model tata kelola keamanan inklusif, khususnya di daerah dengan karakteristik sosial-geografis seperti Wonogiri. Keberhasilan implementasinya kelak dapat menjadi studi kasus bagi penguatan civil society dalam sektor keamanan di tingkat lokal.
Paewarta : Nandang Bramantyo

