Skip to content
06/10/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Budaya
  • Festival Budaya Papua 2026: 4 Agenda Tahunan yang Menyembunyikan Rahasia 250 Suku di Balik Kebangkitan Identitas

Festival Budaya Papua 2026: 4 Agenda Tahunan yang Menyembunyikan Rahasia 250 Suku di Balik Kebangkitan Identitas

Virly Posted on 3 hari ago 5 minutes read
4 Agenda Tahunan yang Menyembunyikan Rahasia 250 Suku di Balik Kebangkitan Identitas
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jayapura, 2 Oktober 2026 – Tanah Papua bukan sekadar wilayah geografis di timur Indonesia, melainkan hamparan megah yang menyimpan ribuan jejak peradaban dari ratusan suku bangsa yang masing-masing mengaitkan kehidupan mereka pada bahasa, seni, dan ritual tersendiri. Ada sekitar 250 suku yang tersebar di enam provinsi di Papua dengan keanekaragaman budaya, baik itu dalam bentuk tarian, musik, maupun kerajinan tangan. Di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi yang mengikis identitas lokal, tantangan untuk merawat warisan nenek moyang di tanah Papua itu kian nyata.

Perawatan warisan itu, antara lain, dilakukan melalui festival budaya. Kegiatan yang menjadi agenda pariwisata tahunan itu diharapkan menjadi ruang hidup, arena edukasi, sekaligus panggung penegasan identitas masyarakat adat Papua. Dari berbagai festival budaya yang pernah dilaksanakan, ada empat festival yang saat ini secara rutin masih dilaksanakan yakni, Festival Budaya Lembah Baliem di Jayawijaya, Festival Asmat Pokman di Asmat, dan Festival Danau Sentani di Kabupaten Jayapura, serta Festival Budaya Biak Munara Wampasi di Kabupaten Biak Numfor.

Setiap acara itu punya karakter yang berbeda karena tumbuh dari lingkungan sosial dan kebudayaan masyarakat setempat. Festival Budaya Lembah Baliem yang dilaksanakan di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, merupakan kegiatan yang paling lama dan dikenal luas dari Tanah Papua. Kegiatan itu diselenggarakan pertama kali tahun 1989 dan kemudian berkembang menjadi agenda tahunan yang menampilkan kekayaan budaya masyarakat di Lembah Baliem. Berbagai atraksi ditampilkan dalam Festival Lembah Baliem, seperti tarian tradisional, permainan tradisional, karapan babi, hingga bakar batu.

Penyelenggaraan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Agustus itu digelar oleh Pemda Jayawijaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang menggandeng masyarakat, tokoh adat, pelaku seni, UMKM dan berbagai pihak lainnya. Pada pelaksanaannya awal Agustus 2026 tercatat ada 270 wisatawan mancanegara datang untuk menyaksikan festival itu. Festival Asmat Pokman, yang digelar setiap Oktober, memiliki karakter yang khas karena dilaksanakan melalui kerja sama Keuskupan Agats dan Pemerintah Kabupaten Asmat.

Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa festival berkembang dari hubungan panjang antara komunitas lokal, lembaga keagamaan, dan pemerintah dalam menjaga serta mempromosikan kebudayaan Asmat. Selama festival, pengunjung dapat menyaksikan proses mengukir, melihat karya seni, menikmati kuliner lokal dan menyaksikan parade perahu. Perubahan nama menjadi Festival Asmat Pokman yang terjadi pada 2019 itu memiliki makna yang berkaitan dengan karya tangan, karena festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat Asmat untuk mengekspresikan karya, budaya dan identitas mereka.

Baca juga : Wantimpres Agum Gumelar: Instrumen Strategis untuk Kebijakan Prabowo yang Lebih Terarah dan Terukur

Seni ukir menjadi salah satu daya tarik utama, tetapi kegiatan festival lainnya juga dilakukan seperti anyaman, tari, lagu, ritual, kuliner lokal, pangkur sagu, hingga parade perahu. Kegiatan budaya lainnya ialah Festival Danau Sentani, yang mengambil nama dari tempat acara itu berlangsung. Festival itu menjadikan Danau Sentani dan kebudayaan masyarakat di sekitarnya sebagai panggung utama. Festival yang telah berlangsung sejak awal 2000-an itu menjadi program Pemerintah Kabupaten Jayapura. Pemerintah Kabupaten Jayapura menyebut tujuan Festival Danau Sentani antara lain mempromosikan pariwisata, keindahan alam dan keragaman budaya sekaligus melestarikan kearifan lokal yang dalam penyelenggarannya melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Sedangkan Festival Budaya Biak Munara Wampasi yang dilaksanakan setiap Oktober sejak tahun 2012 memiliki atraksi budaya andalan Snap Mor dan Apen Beyeren yang merupakan dua tradisi adat sakral dari Suku Biak. Snap Mor merupakan tradisi menangkap ikan secara bersama-sama di perairan dangkal atau karang saat air laut surut, yang disebut musim meti. Pada acara itu, masyarakat turun ke laut membawa jaring, tombak, atau alat penusuk ikan tradisional khas Biak yang disebut kalawai untuk menangkap ikan di area tumpukan batu karang (mor).

Atraksi lainnya, Apen Beyeren atau tradisi menginjak batu panas merupakan ritual sakral berupa atraksi berjalan tanpa alas kaki di tumpukan batu yang dibakar hingga membara dengan suhu mencapai sekitar 360 derajat celsius. Atraksi itu hanya dapat dilakukan oleh pria pilihan yang berhati bersih dan telah menjalani ritual puasa serta dikuatkan doa-doa oleh tetua adat yang dapat melakukannya. Menurut Guru Besar Bidang Ilmu Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Cenderawasih Profesor Dr Fredrik Sokoy, kegiatan budaya rutin yang digelar sejumlah daerah itu di Papua itu, selain memperkenalkan budaya khas mereka kepada dunia, juga menjadi ajang untuk melestarikannya.

Sebagai contoh Festival Danau Sentani yang membawa ritme perayaan yang bersumber dari kehidupan pesisir dan air dengan diiringi tarian Isosolo, tarian di perahu yang dilakukan ratusan penari dari berbagai suku di sekitar Danau Sentani. Festival itu, kata Fredrik Sokoy, merayakan keharmonisan manusia dengan alam perairan, dan juga menampilkan lukisan kulit kayu khas Asei, ukiran kayu Sentani, dan alunan alat musik tifa yang membuktikan tingginya nilai kebudayaan suku-suku pesisir Papua. Menurut dia, pelaksanaan festival budaya yang juga mengikutsertakan anak-anak muda dapat menjadi sarana generasi mempelajari kembali bahasa daerah, tata cara menari, hingga makna simbolis dari busana serta perlengkapan adat milik suku mereka sendiri.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, saat membuka Festival Lembah Baliem, awal Agustus, menegaskan pentingnya menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama dalam pengembangan pariwisata berbasis kebudayaan karena festival budaya seperti Festival Lembah Baliem dan Danau Sentani bukan sekadar agenda promosi pariwisata tahunan, melainkan instrumen investasi kebudayaan yang sekaligus melestarikannya. Menurut dia, pariwisata berkelanjutan di Tanah Papua harus bertumpu pada pelestarian adat dan lingkungan.

Tingginya konsistensi masyarakat Papua dalam merawat warisan budayanya melalui ajang festival perlu diapresiasi, kata Ni Luh Puspa, apalagi menempatkan kebudayaan lokal sebagai subjek utama, bukan sekadar komoditas hiburan. Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus mendukung promosi, pembinaan, serta pengembangan festival-festival di Papua agar dapat diselenggarakan dengan standar internasional tanpa mengorbankan kesakralan dan keaslian nilai-nilai adatnya.

Gubernur Papua Mathius Fakhiri menegaskan, festival kebudayaan merupakan instrumen strategis dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus membangun jati diri Papua yang kokoh. Pembangunan infrastruktur dan ekonomi fisik harus berjalan seiring dengan penguatan karakter berbasis nilai-nilai lokal, karena itu festival budaya menjadi cermin kebanggaan masyarakat Papua. Di sinilah generasi muda belajar bahwa adat dan tradisi bukanlah masa lalu yang tertinggal, melainkan fondasi utama untuk melangkah ke masa depan.

Pewarta: Setiawan

Tagline: #PapuaHeritage, #CulturalResilience, #FestivalBudaya, #SukuBange, #WarisanNenekMoyang, #PariwisataKreatif, #MasyarakatAdat, #KebudayaanIndonesia,

Ribuan Seniman Tayub Serba Sejenis Kumpulkan di Trenggalek
Budaya

Ribuan Seniman Tayub Serba Sejenis Kumpulkan di Trenggalek, Budaya Tradisional yang Bisa Naik Level Nasional

Jurnalis RI News Portal
05/10/2026 0
4 Agenda Tahunan yang Menyembunyikan Rahasia 250 Suku di Balik Kebangkitan Identitas
Budaya

Festival Budaya Papua 2026: 4 Agenda Tahunan yang Menyembunyikan Rahasia 250 Suku di Balik Kebangkitan Identitas

Virly
02/10/2026 0
Mengenang Warisan Tayub Trenggalek
Budaya

Mengenang Warisan Tayub Trenggalek: Selendang dan Gamalan Jawa Diara Pramugari di Malam Kesuksesan BPK Suwoyo

Jurnalis RI News Portal
28/09/2026 0
Jalanan Wates Kembali Menyala Warna
Budaya

Jalanan Wates Kembali Menyala Warna: Karnaval Budaya IGTKI Jadi Panggung Anak TK Rayakan HUT RI ke-81

Jurnalis RI News Portal
30/08/2026 0

About the Author

Virly

Administrator

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...
Tags: #CulturalResilience #FestivalBudaya #KebudayaanIndonesia #MasyarakatAdat #PapuaHeritage #PariwisataKreatif #SukuBange #WarisanNenekMoyang

Post navigation

Previous: Wantimpres Agum Gumelar: Instrumen Strategis untuk Kebijakan Prabowo yang Lebih Terarah dan Terukur
Next: Fenomena “Paling Tahu Tapi Tak Paham” Mengancam Kerukunan Masyarakat

Related Stories

Ribuan Seniman Tayub Serba Sejenis Kumpulkan di Trenggalek

Ribuan Seniman Tayub Serba Sejenis Kumpulkan di Trenggalek, Budaya Tradisional yang Bisa Naik Level Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
Mengenang Warisan Tayub Trenggalek

Mengenang Warisan Tayub Trenggalek: Selendang dan Gamalan Jawa Diara Pramugari di Malam Kesuksesan BPK Suwoyo

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Jalanan Wates Kembali Menyala Warna

Jalanan Wates Kembali Menyala Warna: Karnaval Budaya IGTKI Jadi Panggung Anak TK Rayakan HUT RI ke-81

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 bulan ago
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Polri Mutasi Kapolda Jateng: Ribut Hari Wibowo Turun Tangan, Roy Hardi Siahaan Naik Pangkat
  • HUT ke-81 TNI, Kapolres Wonogiri: Sinergitas TNI-Polri Tanpa Batas
  • KSP Siap Hadapi Bottleneck Program Prabowo, Listyo Sigit Siap Lanjutkan Tugas demi Sukses Astacita
  • PJW ( Persatuan Jurnalis Wonogiri ) Memberi Dukungan Penuh TNI di HUT ke-81: “TNI Kuat, NKRI Berdaulat!”
  • Tragedi Pembakaran Alat Berat Peti di Madina: Kapolda Sonny Harus Bongkar Rantai Emas Ilegal
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by