RI News Portal. Jembrana, 13 Januari 2026 – Di tengah upaya nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat pedesaan, Komandan Kodim 1617/Jembrana, Letkol Inf Sy. Gafur Thalib, turut serta dalam sesi konferensi video evaluasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Acara ini, yang dipimpin langsung oleh Asisten Teritorial Panglima TNI, berlangsung di Lingkungan Mertesari, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, menandai langkah krusial dalam memantau kemajuan program yang dirancang sebagai katalisator pertumbuhan lokal.
Kehadiran Letkol Inf Sy. Gafur Thalib dalam pertemuan virtual ini tidak hanya mencerminkan dedikasi militer terhadap inisiatif sipil, tetapi juga menyoroti sinergi antara institusi pertahanan dan pemerintahan daerah. Turut hadir sejumlah pejabat kunci, termasuk Pasi Teritorial Kodim 1617/Jembrana Kapten Inf Arafik, Danramil 01/Negara Kapten Inf Abdul Wahid, perwakilan dari pemerintahan kecamatan setempat, lurah kelurahan terkait, serta para tokoh masyarakat dan pengurus koperasi. Kolaborasi ini menggarisbawahi pendekatan holistik yang diperlukan untuk memastikan program nasional ini tidak hanya mencapai target fisik, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas.

Fokus utama evaluasi adalah menilai progres pembangunan infrastruktur di lapangan, sambil memverifikasi pemahaman teknis di seluruh tingkatan Kodim. Asisten Teritorial Panglima TNI, dalam pengarahannya, menegaskan bahwa KDKMP merupakan proyek padat karya yang secara strategis dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi langsung. Program ini, yang mengintegrasikan elemen koperasi sebagai pilar utama, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pedesaan melalui peningkatan akses terhadap sumber daya produktif, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bantuan sementara. Dari perspektif akademis, inisiatif semacam ini dapat dilihat sebagai aplikasi praktis dari teori pembangunan berkelanjutan, di mana partisipasi lokal menjadi kunci untuk mengatasi disparitas ekonomi antara wilayah urban dan rural.
Letkol Inf Sy. Gafur Thalib menyampaikan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan program ini sesuai arahan dari komando atas. Ia menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, dan tokoh masyarakat untuk menghindari hambatan operasional. “Kami terus memantau perkembangan di lapangan sesuai petunjuk yang diberikan. Program ini harus menjadi solusi nyata bagi perekonomian masyarakat melalui mekanisme koperasi, dengan komitmen penuh untuk menjaga transparansi dan ketepatan sasaran,” katanya di sela-sela kegiatan. Pernyataan ini mencerminkan pendekatan proaktif yang selaras dengan prinsip tata kelola baik, di mana akuntabilitas menjadi fondasi keberhasilan proyek publik.
Evaluasi juga menyentuh instruksi terbaru dari Presiden Republik Indonesia terkait pemanfaatan lahan. Pembangunan KDKMP ke depan diarahkan agar menghindari penggunaan lahan sawah produktif, guna mempertahankan kedaulatan pangan nasional. Kebijakan ini, yang didasarkan pada pertimbangan lingkungan dan ketahanan pangan, menambahkan lapisan kompleksitas pada program tersebut. Dalam konteks akademis, hal ini mengilustrasikan bagaimana kebijakan nasional harus menyeimbangkan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian sumber daya alam, sebuah tema yang sering dibahas dalam studi pembangunan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, tujuan jangka pendek dari evaluasi ini adalah mempersiapkan seluruh wilayah untuk pelaksanaan ground breaking secara serentak pada 31 Januari 2026. Letkol Inf Sy. Gafur Thalib menyatakan optimismenya bahwa, dengan kerja keras dari semua pihak terkait, target ini dapat dicapai dengan hasil optimal. Keberhasilan program KDKMP tidak hanya akan diukur dari aspek fisik, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pemberdayaan masyarakat, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan ekonomi nasional di era pasca-pandemi. Kegiatan seperti ini menunjukkan bagaimana integrasi antara militer, pemerintah, dan masyarakat sipil dapat menjadi model efektif untuk pembangunan inklusif di Indonesia.
Pewarta : Kade NAL

