RI News Portal. Tegal – Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, kembali menjadi saksi bencana alam yang memaksa ratusan warganya meninggalkan rumah. Pergerakan tanah yang dipicu hujan deras berkepanjangan telah merusak puluhan bangunan dan mengancam keselamatan permukiman di wilayah tersebut.
Pada Selasa malam (3/2/2026), Wakil Bupati Tegal Achmad Kholid turun langsung ke lokasi terdampak untuk memantau proses evakuasi dan penanganan darurat. Didampingi tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, aparat desa, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Jatinegara, serta personel TNI dari Batalyon 407, kunjungan tersebut difokuskan pada verifikasi kondisi lapangan dan memastikan evakuasi berjalan lancar serta aman.
Data asesmen sementara dari BPBD bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana menunjukkan pergerakan tanah memengaruhi empat Rukun Warga (RW) dan 13 Rukun Tetangga (RT). Sebanyak 104 rumah warga mengalami kerusakan langsung, dengan total sekitar 150 kepala keluarga atau kurang lebih 470 jiwa terdampak. Dampak juga meluas ke Pondok Pesantren Al-Adalah serta sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, mushola, dan puskesmas pembantu (polindes) yang kini berada di zona berisiko tinggi.

Selain permukiman, infrastruktur vital turut terdampak parah. Tiga titik jalan desa dan kabupaten mengalami kerusakan, satu bendung irigasi rusak, serta satu jembatan desa dalam kondisi rawan roboh. Kondisi tanah yang masih bergerak hingga Selasa siang (3/2/2026) pukul 12.00 WIB membuat pemerintah daerah menetapkan status siaga dan segera melaksanakan langkah penanganan darurat.
Untuk mengantisipasi potensi pergerakan lanjutan, seluruh warga di zona rawan telah dievakuasi ke tempat aman. Pengungsian terpusat di SD Negeri 01 Padasari, Dukuh Tigasari, dengan delapan kepala keluarga telah tiba lebih dulu. Jumlah pengungsi diperkirakan terus bertambah seiring pemantauan intensif. Posko pengungsian juga disiapkan di RT 21, Dusun Dukuhlebak, sebagai alternatif pendukung.
Usai meninjau lokasi, Wakil Bupati Achmad Kholid menegaskan prioritas utama adalah keselamatan warga. “Kami telah memastikan seluruh warga di zona berbahaya dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Lokasi bencana harus dikosongkan sementara untuk mencegah risiko lebih besar. Saya mengimbau warga tetap waspada dan menerapkan sistem tidur bergilir di posko,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif. “Kami memohon pengertian masyarakat untuk sementara meninggalkan rumah demi keselamatan bersama. Pemerintah daerah melalui BPBD telah menyiapkan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, termasuk logistik dan layanan kesehatan,” tambahnya.
Alhamdulillah, hingga saat ini tidak tercatat korban jiwa. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyalurkan bantuan darurat langsung kepada warga terdampak.
Koordinasi lintas sektor terus digencarkan. Pos lapangan di Balai Desa Padasari berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan, dan distribusi bantuan. BPBD Kabupaten Tegal bersama TNI, Polri, PMI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, DPUPR, serta relawan bahu-membahu menangani situasi.
Pemerintah Kabupaten Tegal juga tengah mempersiapkan mekanisme penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) serta rencana penetapan masa tanggap darurat selama 14 hari, yang akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Pemantauan ketat terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi perluasan dampak, sementara warga diimbau menjaga kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas.
Pewarta: Ikhwanudin

