RI News. Los Angles – Akademi Seni dan Ilmu Perfilman (Academy of Motion Picture Arts and Sciences) resmi mengumumkan jadwal dua gelaran Academy Awards terakhir yang akan disiarkan melalui jaringan televisi tradisional. Pengumuman ini menandai akhir dari sebuah era panjang sekaligus awal dari transformasi besar dalam penyiaran acara perfilman paling bergengsi di dunia.
Menurut pengumuman yang dirilis Selasa (7 April 2026), Academy Awards ke-99 akan digelar pada Minggu, 14 Maret 2027, sementara Academy Awards ke-100 yang istimewa dijadwalkan pada Minggu, 5 Maret 2028. Kedua acara tersebut masih akan berlangsung di Dolby Theatre, Hollywood, dan menjadi penutup bagi siaran di ABC sebelum seluruh hak siar global beralih mulai tahun 2029.
Akademi juga telah mengumumkan rencana pemindahan lokasi fisik acara ke Peacock Theater di pusat kota Los Angeles mulai 2029, sebagai bagian dari kesepakatan kerjasama 10 tahun dengan AEG. Waktu tayang tetap dipertahankan pada pukul 19.00 waktu Timur (Eastern) atau 16.00 waktu Pasifik (Pacific), sehingga penonton di berbagai belahan dunia dapat mengikuti acara secara konsisten.

Pengumuman ini muncul hanya beberapa minggu setelah gelaran Oscars ke-98 yang digelar bulan lalu. Acara tersebut menyaksikan penurunan rating sebesar 9 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meski sempat mengalami tren kenaikan. Conan O’Brien kembali menjadi pembawa acara dan malam itu dimeriahkan oleh dominasi film One Battle After Another karya Paul Thomas Anderson yang meraih penghargaan Best Picture sekaligus Best Director. Michael B. Jordan berhasil membawa pulang trofi Best Actor berkat penampilannya dalam film Sinners, sementara Jessie Buckley dinobatkan sebagai Best Actress lewat perannya dalam Hamnet.
Keputusan Akademi untuk meninggalkan penyiaran televisi tradisional setelah lebih dari setengah abad menjadi sorotan utama. Langkah ini mencerminkan pergeseran perilaku konsumsi hiburan masyarakat yang semakin mengarah ke platform digital. Dengan jutaan penonton potensial di seluruh dunia, peralihan ini diharapkan dapat menjangkau generasi muda yang lebih akrab dengan konten streaming dan media sosial.
Namun, para pengamat industri perfilman menilai transisi ini membawa tantangan sekaligus peluang. Di satu sisi, acara Oscar berpotensi menjadi lebih interaktif, fleksibel dalam durasi, dan mampu menyajikan konten tambahan seperti behind-the-scenes serta red carpet secara lebih luas. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa hilangnya nuansa televisi linear bisa mengurangi rasa “acara spesial” yang selama ini menjadi daya tarik utama Oscars.
Pemindahan venue ke Peacock Theater juga menjadi bagian dari strategi Akademi untuk menyegarkan pengalaman penyelenggaraan. Lokasi baru di downtown Los Angeles diharapkan memberikan nuansa yang lebih modern dan aksesibel, sekaligus mendukung ambisi jangka panjang Akademi dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan preferensi audiens.
Dengan dua acara terakhir di ABC ini, dunia perfilman akan menyaksikan babak penutup dari sebuah tradisi klasik sebelum memasuki era yang lebih digital dan global. Apakah perubahan ini akan menghidupkan kembali minat publik terhadap Oscars atau justru menghadirkan tantangan baru, hanya waktu yang akan membuktikan.
Pewarta : Vie

