RI News. Tapanuli Selatan, 9 April 2026 – Suasana duka dan ketegangan melanda Desa Sialogo, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, setelah penemuan mayat seorang pedagang lokal yang diduga menjadi korban kekerasan fisik berat. Mayat korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa tersebut pada Senin (6 April 2026) pagi.
Korban, seorang pria berinisial AMS berusia 42 tahun, ditemukan dalam posisi telungkup oleh seorang warga yang sedang hendak memetik buah kelapa di sekitar area pemakaman. Tubuh korban sudah mulai membusuk, dengan sejumlah luka terlihat jelas di bagian wajah, leher, dan tangan. Pemeriksaan awal menunjukkan adanya lebam, lecet, serta sayatan yang mengindikasikan adanya tindak kekerasan sebelum kematian.
Kepala Desa Sialogo segera melaporkan penemuan tersebut kepada pihak kepolisian. Sesaat kemudian, tim dari Polsek Batangtoru dipimpin oleh AKP P.M. Siboro tiba di tempat kejadian perkara (TKP). “Setibanya di lokasi, kami menemukan korban dalam keadaan mulai membusuk dengan beberapa luka di wajah, leher, dan tangan. Dari pemeriksaan awal, ada bekas lebam dan sayatan yang mengindikasikan kekerasan fisik,” ungkap AKP Siboro.

Polisi langsung mengamankan area TPU dan melakukan pengumpulan barang bukti. Di antara bukti yang diamankan adalah pakaian korban yang berlumuran darah serta sebuah tas berisi buah salak yang tergeletak tidak jauh dari jenazah. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban sempat melakukan aktivitas sehari-hari sebagai pedagang sebelum mengalami peristiwa tragis tersebut.
Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan personel Polsek Batangtoru bersama tim Inafis menemukan beberapa luka tambahan, antara lain cekungan di bagian kepala, pembengkakan pada kelopak mata kiri, serta luka lecet di tangan, kaki, dan paha. Seluruh tubuh korban juga menunjukkan tanda-tanda lebam yang cukup luas.
“Keluarga korban telah menyetujui dilakukan autopsi sebagai langkah awal penyelidikan,” tambah AKP Siboro. Saat ini kasus tersebut telah masuk tahap lidik (penyelidikan) secara intensif. Pihak kepolisian menyatakan komitmen penuh untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas.
“Kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini. Setiap petunjuk akan kami telusuri agar pelaku bisa diidentifikasi dan dihadapkan pada proses hukum yang berlaku,” tegas Kapolsek Batangtoru itu.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat Desa Sialogo dan sekitarnya. Banyak warga yang sebelumnya merasa aman kini mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di area pinggiran desa. Pihak kepolisian juga memastikan akan terus menjaga keamanan wilayah sambil melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kematian tragis pedagang tersebut.
Kasus ini masih terus dikembangkan. Masyarakat diimbau untuk memberikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang jika mengetahui hal-hal yang dapat membantu proses penyelidikan.
Pewarta: Indra Saputra

