RI News Portal. Wonogiri – Dalam aksi tanggap darurat yang mengedepankan aspek kemanusiaan, personel Pamapta (Pengamanan Masyarakat) Polres Wonogiri membuktikan bahwa pelayanan kepolisian melampaui penegakan hukum. Pada Senin (26/1/2026) siang, sekitar pukul 12.30 WIB, sebuah mobil yang sedang membawa seorang pasien mengalami mogok di tengah perjalanan menuju rumah sakit, membuat keluarga pengendara dalam keadaan cemas.
Merespon laporan warga yang melihat kejadian tersebut, tim piket Pamapta segera bergerak menuju lokasi. Tanpa terpaku pada prosedur birokratis, personel di lapangan mengambil inisiatif untuk langsung melakukan evakuasi. Dengan sigap, pasien yang membutuhkan penanganan medis segera dipindahkan ke dalam kendaraan dinas untuk kemudian diantar langsung ke RSUD Wonogiri.
AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., selaku Kasihumas Polres Wonogiri, menegaskan bahwa respons cepat ini bukanlah insiden tunggal, melainkan bagian dari paradigma pelayanan yang terus dibangun. “Ini adalah manifestasi konkrit dari slogan ‘Polisi Sahabat’. Dalam situasi genting seperti ini, kecepatan dan sentuhan manusiawi adalah kunci keselamatan warga,” ujarnya, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M.

Lebih lanjut, Anom menjelaskan bahwa komitmen ini berakar pada fungsi Polri sebagai pelindung dan pengayom. “Tugas kami multidimensi. Di samping menjaga kamtibmas, kami juga hadir sebagai ujung tombak pertolongan pertama di masyarakat. Kami ingin membangun kepercayaan bahwa setiap telepon atau laporan warga dalam kondisi darurat akan ditemui dengan respons yang serius dan empatik,” tambahnya.
Baca juga : Garda Depan Kamtibmas: Sinergi Polres dan Senkom Wonogiri Diperkuat untuk Lima Tahun ke Depan
Aksi heroik di siang bolong ini berhasil dilaksanakan dengan lancar. Pasien mendapatkan perawatan medis lebih lanjut di rumah sakit tepat waktu, mengkonversi potensi tragedi menjadi sebuah cerita tentang kesigapan dan kepedulian. Kejadian ini diharapkan dapat memperkuat ikatan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat Wonogiri, menunjukkan bahwa di balik seragam, ada hati yang siap menolong.
Pewarta : Nandang Bramantyo

