RI News Portal. Banda Aceh, 7 Januari 2026 – Pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Utara pada akhir November 2025, sektor pendidikan di wilayah tersebut masih menghadapi tantangan signifikan. Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, menekankan bahwa sekitar 73 ribu set perlengkapan sekolah dibutuhkan segera untuk mendukung proses belajar mengajar bagi siswa di berbagai jenjang pendidikan yang terdampak bencana.
Perlengkapan tersebut mencakup seragam, sepatu, tas ransel, buku pelajaran, serta alat tulis dasar. “Kebutuhan ini sangat krusial karena banyak siswa kehilangan barang-barang esensial mereka akibat luapan air dan material longsor,” ungkap Ismail A Jalil dalam pernyataan tertulisnya pada Rabu lalu.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Dinas Pendidikan setempat untuk memenuhi permintaan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan, mengingat proses pembelajaran telah mulai beradaptasi dengan kondisi pascabencana.

Berdasarkan data terkini, sebanyak 345 sekolah telah kembali menerapkan pembelajaran normal dengan kurikulum reguler. Sementara itu, 242 sekolah lainnya terpaksa melaksanakan kegiatan belajar secara lesehan akibat kerusakan fasilitas. Tiga sekolah menggunakan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara, 20 sekolah menerapkan sistem bergantian shift, dan lima sekolah lainnya melakukan kunjungan langsung ke lokasi pengungsian untuk menjangkau siswa yang masih mengungsi.
Untuk sekolah-sekolah yang belum sepenuhnya pulih, diterapkan kurikulum darurat yang memberikan fleksibilitas, seperti memperbolehkan guru dan siswa hadir tanpa seragam resmi dan cukup mengenakan pakaian sehari-hari yang layak. Kebijakan ini bertujuan menjaga kontinuitas pendidikan di tengah keterbatasan infrastruktur dan psikologis pascabencana.
Baca juga : Mahkamah Konstitusi Mulai Proses Pengujian KUHP dan KUHAP Baru di Tengah Sikap Positif Pemerintah
Ismail A Jalil juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi berbagai pihak dalam penanganan krisis ini. “Dukungan dari masyarakat, relawan, aparat TNI/Polri, aparatur sipil negara, Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Pusat, serta insan pers telah sangat berarti dalam meringankan beban warga terdampak,” katanya.
Meski proses pemulihan berjalan bertahap, kebutuhan perlengkapan sekolah tetap menjadi prioritas utama untuk memastikan anak-anak Aceh Utara dapat kembali fokus pada pendidikan tanpa hambatan material. Inisiatif koordinasi dengan kementerian terkait diharapkan membuahkan hasil cepat, sehingga target pemenuhan kebutuhan tersebut dapat tercapai dalam waktu dekat, mendukung resiliensi jangka panjang komunitas pendidikan di wilayah tersebut.
Pewarta : Jaulim Saran

