RI News. Sukoharjo, Minggu 1 November 2026 – Menekan risiko penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC) di tingkat akar rumput menjadi komitmen mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL)-II Kelompok 1 Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kesehatan (FKMIK) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo. Sepanjang Oktober 2026, mereka menjalankan program intervensi kesehatan di Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari, dengan fokus pada peningkatan literasi pencegahan TBC, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pembiasaan etika batuk yang benar.

Dosen Pembimbing, Titik Haryanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari prioritas masalah yang ditemukan pada asesmen PBL-I. Menurutnya, intervensi dirancang agar tidak berhenti sebagai agenda akademik semata. “Harapannya, intervensi ini berdampak nyata bagi derajat kesehatan warga Mojorejo sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmunya di lapangan,” ungkapnya.
Langkah preventif pertama menyasar anak usia sekolah melalui agenda “Sosialisasi Etika Batuk yang Benar dan PHBS” di SD Negeri 01 Mojorejo, Bendosari, Sukoharjo, pada Rabu (14/10/2026). Dua mahasiswa, Chaterine dan Adrian, bertindak sebagai pemateri. Para murid dilatih memutus mata rantai penularan kuman TBC dengan mempraktikkan etika batuk dan bersin, serta kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test, terang Titik.
Intervensi kedua menyasar kelompok rentan dan pengasuh keluarga lewat “Sosialisasi Penyakit Tuberkulosis (TBC)” pada Sabtu (17/10/2026) di Balai Desa Mojorejo. Endang dan Citra, selaku pemateri, mengupas gejala klinis, cara penularan bakteri, hingga langkah melindungi anggota keluarga serumah yang berkontak erat dengan penderita, khususnya balita dan lansia. Antusiasme peserta, yang didominasi kalangan ibu-ibu, tecermin dari perubahan pemahaman mereka setelah kegiatan, tambahnya.
Untuk memperkuat edukasi visual, Kelompok 1 juga memasang 10 poster informatif karya Amanda di titik-titik vital desa, mulai dari posyandu, sekolah, balai desa, hingga Pos Kesehatan Desa (PKD). Inisiatif terpadu ini mendapat respons positif dari aparatur dan tenaga kesehatan setempat, imbuhnya.
Bidan Desa Mojorejo, Ria Juniarti, mengapresiasi kontribusi nyata mahasiswa dalam mengikis risiko infeksi melalui pembiasaan etika batuk. Dukungan senada disampaikan Kepala Desa Mojorejo, Aris Supriyanto, yang berterima kasih atas dedikasi mahasiswa Kesmas FKMIK Univet Bantara dalam meningkatkan kesadaran warganya terhadap ancaman TBC, pungkas Titik.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #CegahTBC, #EtikaBatuk, #PHBS, #KesmasUnivetBantara, #PBLII, #DesaMojorejo, #LawanTuberkulosis, #SukoharjoSehat,

