RI News. Semarang – Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, puluhan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) usia PAUD hingga SD di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, merasakan kehangatan kebersamaan melalui acara buka puasa bersama. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 27 Februari 2026, di TPQ yang berlokasi di Kantor Bersama Perumahan Indopermai Blok D, Tambakaji, Ngaliyan.
Acara yang diikuti anak-anak berusia 5 hingga 13 tahun ini dipimpin langsung oleh Sukindar SH., SPD., C.PFW., C.MDF., C.JKJ, yang menjabat sebagai Ketua PC LDII Kecamatan Ngaliyan. Sebelum waktu berbuka tiba, para santri mengikuti pengajian rutin khusus Ramadan dengan materi terstruktur, meliputi tahsin tilawati, hafalan doa serta surat-surat pendek Al-Qur’an, praktik ibadah sehari-hari, dan simulasi penerapan nilai-nilai karakter luhur.
Kegiatan kemudian ditutup dengan salat Magrib berjamaah, diikuti momen berbagi makanan dan minuman untuk berbuka. Buka puasa bersama ini merupakan bagian dari agenda rutin setiap Jumat sepanjang bulan suci, yang dimulai sejak hari pertama Ramadan dan akan berlanjut hingga akhir puasa, dengan dukungan para donatur setia.

Sukindar, yang juga aktif sebagai Ketua Pusat Bantuan Hukum Feradi WPI Advokat dan Paralegal DPC Kota Semarang serta memimpin sejumlah organisasi sosial dan advokasi lainnya, menekankan makna mendalam dari kegiatan ini. “Ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan upaya nyata mempererat tali silaturahmi, membangun kerukunan, dan membentuk generasi penerus yang tangguh. Melalui berbagi makanan dan pengalaman bersama di bulan Ramadan, anak-anak belajar nilai berbagi, empati, serta toleransi yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ustazah Zulfa, salah seorang dewan pengajar di TPQ setempat, menyatakan bahwa inisiatif ini selaras dengan komitmen pembinaan karakter. “Kami ingin santri tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan seperti ini, mereka diajak mempraktikkan sikap kerja sama yang baik dan karakter mulia lainnya, agar kelak tumbuh menjadi generasi yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tambahnya.
Kegiatan semacam ini mencerminkan peran aktif komunitas keagamaan lokal dalam mendukung pendidikan anak usia dini, khususnya di bidang keagamaan dan pembentukan akhlak. Dengan pendekatan yang berkelanjutan setiap pekan Ramadan, diharapkan semakin banyak anak yang terlibat dan mendapat manfaat jangka panjang dari pembinaan holistik ini.
Pewarta: Sriyanto

