RI News. Jakarta – Olympique de Marseille berhasil meraih kemenangan krusial dengan skor 3-1 atas Metz dalam lanjutan pekan ke-29 Ligue 1 musim 2025/26. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Orange Velodrome pada Sabtu dini hari WIB ini semakin mempertegas ambisi tuan rumah untuk kembali ke kompetisi Eropa musim depan.
Pierre-Emerick Aubameyang menjadi pahlawan awal bagi Les Phocéens. Penyerang veteran asal Gabon itu membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui sepakan yang memanfaatkan umpan matang dari Mason Greenwood. Gol tersebut langsung membuktikan dominasi Marseille sejak menit-menit pertama, di mana mereka menguasai penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Babak pertama hampir berakhir dengan keunggulan dua gol bagi tuan rumah. Namun, gol kedua Aubameyang pada menit ke-32 dianulir wasit setelah tinjauan VAR menunjukkan posisi offside. Meski demikian, tekanan Marseille tidak surut.

Memasuki babak kedua, tuan rumah langsung meningkatkan intensitas. Hanya tiga menit setelah restart, Igor Paixao mencetak gol indah pada menit ke-48. Lagi-lagi, Mason Greenwood menjadi aktor kunci dengan assist brilian yang memungkinkan Paixao menaklukkan kiper Metz, Pape Sy. Skor menjadi 2-0 dan seolah-olah pertandingan mulai condong sepenuhnya ke arah Marseille.
Namun, Metz tidak menyerah begitu saja. Hanya semenit berselang, tepatnya pada menit ke-49, Giorgi Tsitaishvili berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol hiburan itu lahir dari kerja sama apik dengan Gauthier Hein, yang memberikan umpan akurat kepada pemain sayap Georgia tersebut. Gol tersebut sempat membuat pertandingan kembali tegang, terutama karena Marseille sempat kesulitan mengonversi beberapa peluang emas di babak kedua.
Kemenangan Marseille baru benar-benar aman di masa injury time. Tepat pada menit ke-93, Hamed Traore—yang masuk sebagai pemain pengganti—mencetak gol penutup setelah memanfaatkan assist dari Amine Gouiri. Gol ketiga ini tidak hanya menutup laga dengan skor 3-1, tetapi juga menjadi penegas bahwa kedalaman skuad Marseille menjadi salah satu kekuatan utama mereka di paruh akhir musim.
Dengan hasil ini, Marseille naik ke peringkat ketiga klasemen Ligue 1 dengan mengumpulkan 52 poin dari 29 pertandingan. Posisi tersebut menempatkan mereka di zona kualifikasi Liga Champions, memberikan napas segar bagi para pendukung yang selama ini menanti kembalinya klub ke panggung Eropa. Sementara itu, Metz semakin terpuruk di dasar klasemen dengan hanya 15 poin. Tim asal Lorraine itu kini tertinggal 12 angka dari zona aman, membuat posisi mereka di Ligue 1 musim depan semakin terancam.
Pelatih Marseille patut puas dengan penampilan timnya yang dominan sepanjang laga. Meski sempat kebobolan satu gol, organisasi pertahanan dan kreativitas di lini tengah hingga depan—terutama peran Greenwood sebagai kreator—menjadi kunci kesuksesan. Di sisi lain, Metz menunjukkan perlawanan yang cukup gigih, tetapi kekurangan kualitas akhir membuat mereka gagal merebut poin berharga.

Susunan pemain:
Marseille (4-3-3): Geronimo Rulli; Benjamin Pavard, Leonardo Balerdi, Facundo Medina, Timothy Weah; Pierre-Emile Hojbjerg, Quinten Timber, Igor Paixao; Mason Greenwood (Hamed Junior Traore 82′), Amine Gouiri, Pierre-Emerick Aubameyang.
Metz (4-2-3-1): Pape Sy; Maxime Colin, Jean-Philippe Gbamin, Sadibou Sane, Koffi Kouao; Alpha Toure, Jessy Deminguet; Georgiy Tsitaishvili, Gauthier Hein, Bouna Sarr; Habib Diallo.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi modal penting bagi Marseille dalam perburuan tiket Liga Champions, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di sepak bola, ketekunan hingga peluit akhir sering kali menentukan hasil akhir. Bagi Metz, perjuangan untuk bertahan di kasta tertinggi Prancis semakin berat.
Pewarta : Anjar Bramantyo

