RI News Portal. Wonogiri, 5 Januari 2026 – Pasca-perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, suasana keamanan di Provinsi Jawa Tengah mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama dari komunitas pesantren. Pengamanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian daerah setempat dinilai berhasil menciptakan lingkungan yang kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas akhir tahun dengan rasa aman.
Agung Susanto, SE, pimpinan Pondok Pesantren Al Barru di Wonogiri, secara khusus menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi Direktorat Kepolisian Daerah Jawa Tengah beserta jajarannya. Dalam pernyataannya pada Senin pagi ini, ia menekankan bahwa pendekatan kepolisian yang responsif dan berorientasi pada kemanusiaan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap ketenangan masyarakat.
“Perayaan akhir tahun berlangsung dalam kondisi yang aman dan teratur, memungkinkan warga untuk beraktivitas tanpa kekhawatiran berlebih. Hal ini mencerminkan kesiapsiagaan serta komitmen nyata dari institusi kepolisian dalam memelihara stabilitas keamanan,” ungkap Agung Susanto.

Ia lebih lanjut menyoroti pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, otoritas pemerintah, dan elemen masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun situasi yang harmonis, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga di daerah seperti Kabupaten Wonogiri.
Menanggapi apresiasi tersebut, AKP Anom Prabowo, SH, MH, yang mewakili Kepala Kepolisian Resor Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo, SH, SIK, MPM, menyatakan bahwa dukungan dari tokoh masyarakat seperti pimpinan pesantren merupakan motivasi berharga bagi personel di lapangan.
“Pujian dari kalangan pesantren ini menjadi sumber inspirasi positif bagi kami. Kami akan terus berkomitmen untuk berada di tengah-tengah masyarakat, dengan menjunjung tinggi profesionalisme, sikap humanis, serta kerjasama lintas sektor guna mempertahankan kondisi keamanan dan ketertiban yang stabil,” ujar AKP Anom Prabowo.
Baca juga : Polri di Wonogiri Perkuat Pendampingan Petani Jagung untuk Ketahanan Pangan Nasional
Ia juga menambahkan bahwa upaya peningkatan kualitas pengamanan dan layanan masyarakat akan menjadi prioritas, terutama pada periode-periode krusial yang melibatkan partisipasi luas dari publik.
Keberhasilan pengamanan libur akhir tahun ini tidak hanya mencerminkan efektivitas operasional kepolisian, tetapi juga menggarisbawahi nilai toleransi dan solidaritas antarumat beragama di Jawa Tengah, di mana keragaman budaya dan keyakinan menjadi kekuatan bersama dalam menjaga kedamaian nasional.
Pewarta: Nandang Bramantyo

