RI News Portal. Semarang – Suasana ceria langsung terpancar dari wajah puluhan siswa TK Kemala Bhayangkara di kawasan Sendangmulyo, Tembalang, Rabu pagi (4/2/2026). Mereka tak biasa menyambut tamu istimewa: puluhan personel dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Bidang Propam Polda Jawa Tengah yang datang bukan untuk tugas penegakan hukum, melainkan untuk menjadi sahabat belajar melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak).
Kegiatan ini merupakan bagian dari hari ketiga Operasi Keselamatan Candi 2026 yang tengah digelar Polda Jateng. Sekitar 25 anak usia 4-5 tahun diajak mengenal dunia keselamatan berlalu lintas dengan cara yang menyenangkan. Para petugas memperkenalkan berbagai rambu lalu lintas, mengajarkan teknik memakai helm hingga terdengar bunyi “klik” yang menandakan helm terpasang sempurna, serta menggelar simulasi berkendara menggunakan sepeda di arena bermain yang telah disiapkan khusus.
Iptu Soeran, perwira dari Bidpropam Polda Jateng yang memimpin jalannya kegiatan, menekankan pentingnya memulai pendidikan lalu lintas sejak usia dini. “Pendidikan keselamatan paling efektif dimulai dari bangku sekolah dasar, bahkan lebih awal lagi. Kami ingin menanamkan kesadaran sejak kecil, sehingga anak-anak ini bisa menjadi pengingat bagi orang tua di rumah. Misalnya, mereka akan mengingatkan ayah atau ibu untuk selalu memakai helm saat mengendarai motor,” ujarnya dengan antusias.

Pendekatan humanis dan edukatif ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala TK Kemala Bhayangkara, Tri Ambarwati, menyatakan apresiasi mendalam atas metode belajar yang dikemas melalui permainan. “Anak-anak begitu antusias, terutama saat bagian simulasi bersepeda. Cara seperti ini membuat mereka mudah menyerap informasi tanpa merasa sedang ‘diajari’. Ini pengalaman berharga yang pasti akan mereka ingat seumur hidup,” katanya.
Tak hanya berinteraksi dengan siswa, Iptu Soeran juga menyempatkan diri berdialog terbuka dengan para guru dan orang tua murid. Ia menegaskan komitmen Polri untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta mengajak masyarakat tidak ragu melaporkan jika menemukan perilaku oknum petugas yang menyimpang.
Baca juga : Wasiat Abadi Eyang Meri: “Jaga Polri, Mulai dari Diri Sendiri” Menggema di Pemakaman
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menjelaskan bahwa program Polsanak ini menjadi salah satu wujud upaya preemtif dalam Operasi Keselamatan Candi 2026. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat memperkuat citra Polri sebagai mitra edukasi dan sahabat masyarakat, sekaligus mendorong budaya tertib berlalu lintas yang tertanam sejak usia belia.
“Keselamatan adalah hak setiap orang, termasuk anak-anak. Lewat kegiatan seperti ini, kita sedang membentuk generasi mendatang yang tidak hanya patuh pada aturan, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan sekadar kewajiban,” tutup Kombes Pol Artanto.
Kegiatan edukasi semacam ini diharapkan menjadi contoh bagi berbagai pihak bahwa pendekatan preventif dan humanis mampu membangun kesadaran kolektif demi terciptanya lalu lintas yang lebih aman di masa depan.
Pewarta: Nandang Bramantyo

