RI News Portal. Padang, 28 Desember 2025 – Seorang anak perempuan bernama Klaudia Desvista, warga Nagari Batang Bentung, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, didiagnosis mengidap tumor jinak pada tulang belakangnya. Kondisi ini bermula dari keluhan nyeri hebat di punggung yang disampaikan kepada orang tuanya, disertai rasa sakit pada kaki saat menjalani pemeriksaan medis.
Menurut keterangan orang tua Klaudia, gejala awal muncul ketika anaknya mengeluh tentang “tulang punggung sakit”. Mereka segera membawa Klaudia ke fasilitas kesehatan setempat untuk pemeriksaan. Setelah melalui prosedur administrasi rutin, pemeriksaan dilakukan di RSUD M. Zen Painan. Hasil diagnosis menyatakan adanya tumor jinak pada tulang belakang. Dokter yang menangani merekomendasikan rujukan ke RS Siti Rahmah Padang untuk operasi di ruangan khusus.
Orang tua Klaudia menyetujui saran tersebut. Klaudia kemudian menjalani rawat inap selama empat hari di RS Siti Rahmah Padang. Pasca-perawatan, tim medis di sana memberikan arahan untuk melanjutkan pengobatan ke RS M. Djamil Padang guna penanganan lebih intensif.

Namun, proses perawatan lanjutan ini terhambat oleh keterbatasan ekonomi keluarga. Orang tua Klaudia menyatakan bahwa biaya yang diperlukan untuk tahap selanjutnya cukup memberatkan, mengingat kondisi keuangan mereka saat ini. Hal ini menjadi tantangan utama dalam memastikan Klaudia mendapatkan pengobatan optimal.

Di tingkat lokal, pemerintah nagari telah berupaya memberikan dukungan. Wali Nagari Pematang Bentung menyampaikan bahwa pihaknya beserta staf telah melakukan bantuan sesuai kemampuan yang ada. Serupa, kepala kampung setempat beserta elemen masyarakat, termasuk karang taruna, turut berpartisipasi semaksimal mungkin untuk meringankan beban keluarga.
Kasus seperti ini mencerminkan isu akses kesehatan di daerah pedesaan, di mana tumor jinak tulang belakang—meski tidak ganas—memerlukan intervensi bedah dan perawatan berkelanjutan yang sering kali membebani secara finansial. Diagnosis dini dan dukungan komunitas menjadi kunci, sementara kolaborasi antarlembaga kesehatan regional diharapkan dapat mempercepat solusi bagi pasien seperti Klaudia.
Keluarga berharap adanya uluran tangan lebih lanjut dari berbagai pihak untuk melanjutkan pengobatan anaknya, agar Klaudia dapat pulih sepenuhnya dan kembali beraktivitas normal.
Pewarta : Team RI News Portal

