RI News. Melawi, 1 September 2026- Pendekatan pencegahan bencana ekologis berbasis kolaborasi kelembagaan dan pelibatan publik menjadi fokus utama dalam penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat. Tim Edukasi Lemdiklat Polri S2-STIK bersama Serdik Setukpa merancang intervensi sosialisasi partisipatif yang menyasar masyarakat serta perangkat Desa Baru, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Langkah strategis yang didukung penuh oleh jajaran Polres Melawi ini menekankan pentingnya mentransformasi kesadaran publik dari pola penanganan reaktif menuju budaya pencegahan terstruktur di tingkat tapak.

Edukasi yang diberikan membedah dampak sistemik Karhutla dari perspektif multidimensi, mencakup degradasi ekosistem, ancaman krisis kesehatan akibat paparan polusi asap, hingga gangguan pada stabilitas ekonomi lokal. Para akademisi dan personel kepolisian menggarisbawahi pentingnya penghentian praktik pembukaan lahan dengan cara membakar serta imbauan terhadap kecerobohan kecil seperti pembuangan puntung rokok sembarangan. Selain itu, optimalisasi sistem peringatan dini (early warning system) berbasis warga menjadi poin krusial untuk mempercepat proses pelaporan dan penanggulangan titik api sebelum meluas.
Danpok Satgas Edukasi Polres Melawi, AKP Naufal Arya Dwi Setiawan, S.Tr.K., menegaskan bahwa efektivitas mitigasi bencana sangat bergantung pada konsistensi partisipasi masyarakat. Strategi tatap muka yang dipadukan dengan pembagian instrumen informasi visual berupa pamflet diharapkan mampu memperkuat internalisasi pesan-pesan edukatif dalam tindakan sehari-hari. Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan elemen warga ini memposisikan komunitas lokal sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan keselamatan sosial.
Pewarta: Lisa Susanti
Tagline: #PencegahanKarhutla, #MitigasiBencana, #PolresMelawi, #EdukasiLingkungan, #PolriDukungLingkungan,

