Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • AI dan Batas Kemanusiaan: Mengapa Mesin Belum Bisa Menggantikan Empati

AI dan Batas Kemanusiaan: Mengapa Mesin Belum Bisa Menggantikan Empati

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 bulan ago 2 minutes read
Mengapa Mesin Belum Bisa Menggantikan Empati
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 9 November 2025 – Dalam diskusi publik di Jakarta, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam komunikasi. Argumennya berpijak pada dimensi non-verbal yang inheren dalam interaksi antarmanusia, seperti gestur, ekspresi wajah, dan nada suara—elemen-elemen yang sulit direduksi menjadi algoritma matematis.

“Komunikasi manusia tidak pernah sekadar pertukaran kata,” ujar Nezar. “Ada lapisan makna yang hanya bisa ditangkap oleh sesama manusia melalui isyarat tubuh dan konteks emosional.” Pernyataan ini menyoroti paradoks AI generatif: semakin canggih teknologi tersebut dalam memproduksi teks, gambar, atau video, semakin terlihat pula jurang ontologis antara mesin dan manusia.

Perkembangan AI generatif telah mengubah lanskap produksi konten. Proses yang dulu memakan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan dalam hitungan detik, dengan minim intervensi manusia. Namun, efisiensi ini datang dengan harga: hilangnya empati dan kemampuan berpikir kritis. Nezar menekankan bahwa mesin, meskipun mampu meniru pola bahasa manusia, tidak memiliki kapasitas untuk memahami penderitaan, kegembiraan, atau ambivalensi emosional.

“Empati bukanlah data yang bisa dilatih,” katanya. “Ia adalah pengalaman hidup yang terakumulasi melalui interaksi nyata.” Tanpa empati, pesan yang dihasilkan AI berisiko menjadi steril, bahkan menyesatkan.

Salah satu kelemahan fatal AI adalah kecenderungannya untuk “berhalusinasi”—menghasilkan informasi yang tampak meyakinkan tetapi sama sekali tidak berdasar. Nezar mengilustrasikan dengan kasus nyata: sebuah firma konsultan global terpaksa mengembalikan dana kepada pemerintah Australia setelah laporan risetnya ternyata merujuk pada dokumen dan jurnal yang tidak pernah ada. Kasus ini bukanlah anomali; ia mencerminkan risiko sistemik ketika verifikasi manusia digantikan oleh otomatisasi buta.

“AI bisa menciptakan narasi yang koheren, tetapi koherensi bukanlah kebenaran,” tegas Nezar. “Kita membutuhkan manusia untuk memilah fakta dari fiksi, terutama di era di mana informasi salah dapat menyebar lebih cepat daripada kebenaran.”

Baca juga : Respons Cepat Pemprov Sumbar dan Pertamina Atasi Krisis Distribusi BBM Akibat Gangguan Cuaca Laut

Menutup pernyataannya, Nezar mengajak para akademisi dan praktisi komunikasi untuk terus mengasah dua kompetensi inti: empati dan berpikir kritis. “Kita tidak boleh menyerahkan pengambilan keputusan kepada mesin tanpa pengawasan manusia,” ujarnya. “Setiap pesan yang kita sampaikan harus tetap membawa nilai kemanusiaan—bukan sekadar efisiensi.”

Pernyataan ini relevan di tengah maraknya penggunaan AI dalam jurnalisme, pendidikan, dan kebijakan publik. Jika tidak diimbangi dengan etika dan verifikasi manusia, kemajuan teknologi justru dapat menggerus kepercayaan publik dan memperlemah kohesi sosial.

Diskusi ini menjadi pengingat bahwa di balik kilau algoritma, ada ruang kosong yang hanya bisa diisi oleh hati nurani manusia.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Respons Cepat Pemprov Sumbar dan Pertamina Atasi Krisis Distribusi BBM Akibat Gangguan Cuaca Laut
Next: Semarang Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Jateng 2026: Sosialisasi di CFD Tekankan Sukses Prestasi dan Dampak Ekonomi

Related Stories

MPR Siapkan Draf PPHN

MPR Siapkan Draf PPHN, Sosokolemasi Publik Mulai Sabtu untuk Bangun Harmoni Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Prabowo dan Ramos-Horta Dukung Kolaborasi Nobel untuk Riset Indonesia

Prabowo dan Ramos-Horta Dukung Kolaborasi Nobel untuk Riset Indonesia

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Dinamika Suksesi Kepemimpinan Daerah

Dinamika Suksesi Kepemimpinan Daerah: DPRD Klaten Resmikan Tahapan Krusial Pemilihan Wakil Bupati Sisa Masa Jabatan 2025–2030

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
  • Respon Cepat Karhutla: Polsek Nanga Pinoh Tembus Medan Terjal Padamkan Api di Lahan Mineral Melawi
  • Respon Cepat Karhutla Melawi: Pelajaran Penting dari Responsifitas Lapangan dan Tantangan Geografis Nanga Mancur
  • Respon Darurat Karhutla: Pendekatan Humanis Kepolisian Meringankan Beban Warga Melawi
  • Merajut Kemanunggalan di Ruang Publik: Perspektif Sosiologis dan Kesehatan Masyarakat pada TNI Run 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by