RI News Portal. Hambalang, 6 Januari 2026 – Dalam retret Kabinet Merah Putih yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, pada Selasa (6/1/2026), Presiden Prabowo Subianto fokus pada evaluasi kinerja pemerintahan sepanjang 2025 dan penajaman arah kebijakan untuk tahun mendatang. Acara ini, yang merupakan kali kedua setelah retret perdana di Akademi Militer Magelang pada 2024, dihadiri oleh seluruh jajaran menteri, wakil menteri, serta kepala lembaga setingkat menteri.
Salah satu aspek menarik dari retret kali ini adalah tidak diundangnya ketua umum partai politik pendukung pemerintahan secara khusus sebagai perwakilan partai. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang juga menjabat Juru Bicara Presiden, menjelaskan bahwa keputusan ini bersifat deliberate untuk memperkuat solidaritas koalisi yang lebih luas.
Menurut Prasetyo Hadi, sebagian besar ketua umum partai politik dalam Koalisi Merah Putih saat ini telah menduduki posisi strategis di kabinet, sehingga kehadiran mereka sudah terwakili sebagai bagian dari eksekutif pemerintahan. Di antaranya, Bahlil Lahadalia menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Zulkifli Hasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Selain itu, Agus Jabo Priyono dari Partai Rakyat Indonesia Maju Adil Makmur (PRIMA) menjadi Wakil Menteri Sosial, dan Anis Matta dari Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.

“Keputusan ini merupakan bagian dari visi Presiden untuk menjadikan Koalisi Merah Putih sebagai aliansi yang inklusif, mencakup partai-partai dengan kursi parlemen maupun yang belum, guna menunjukkan solidaritas yang kokoh,” ujar Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di sela retret. Ia menekankan bahwa persatuan dan kerja sama antarunsur koalisi diperlukan untuk mewujudkan program-program prioritas pemerintah, seperti swasembada pangan, energi, dan perluasan program makan bergizi gratis.
Dalam sesi pembukaan Taklimat Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo sempat menyapa para ketua umum yang hadir sebagai menteri, dengan nada optimis menyatakan bahwa “koalisi kita kuat.” Ia bahkan berkelakar saat memastikan kehadiran Muhaimin Iskandar, yang pernah menjadi rivalnya pada Pilpres 2024 sebagai pasangan Anies Baswedan. Lelucon tersebut mencerminkan dinamika transisi politik pasca-pemilu, di mana partai seperti PKB yang semula berkontestasi kini bergabung mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca juga : Any Kusumaeni Pimpin PHRI Brebes, Komitmen Bangkitkan Pariwisata Lokal Melalui Kolaborasi
Dari perspektif analisis politik, pendekatan ini dapat dilihat sebagai upaya konsolidasi internal kabinet, di mana fokus ditempatkan pada fungsi eksekutif daripada representasi partai eksternal. Hal ini berpotensi mempercepat pengambilan keputusan dan mengurangi potensi friksi antara cabang eksekutif dan legislatif, sekaligus menegaskan bahwa koalisi pemerintahan saat ini telah terintegrasi secara organik melalui penempatan figur kunci partai di posisi menteri.
Retret ini juga membahas isu-isu substantif seperti percepatan pemulihan pascabencana di beberapa wilayah Sumatera, antisipasi musim hujan tinggi, serta evaluasi capaian program unggulan seperti tidak adanya impor beras pada 2025. Dengan demikian, absennya undangan khusus bagi ketua umum parpol tampak sebagai langkah strategis untuk mempertahankan momentum persatuan nasional di tengah tantangan global yang kompleks.
Pewarta : Vie

