RI News. Semarang, Minggu 1 November 2026 – PT Santos Jaya Abadi (Kapal Api Group) kembali menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan melalui “Pelatihan Kerajinan Sachet”, bagian dari rangkaian program Creative Ecopreneur. Pelatihan berlangsung dua hari, Sabtu (31/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026), di Aula PT Santos Jaya Abadi, Kawasan Candi Gatot Subroto, Semarang.
Puluhan warga dari tiga kelurahan di Kecamatan Ngaliyan, yakni Bambankerep, Ngaliyan, dan Kedungpane, mengikuti kegiatan ini. Para peserta tampak antusias mempelajari teknik mengolah limbah kemasan sachet plastik menjadi aneka kerajinan tangan bernilai jual.
Acara dihadiri jajaran Pemerintah Kelurahan Bambankerep, yaitu Lurah Agung Susilo, S.E., Ketua Tim Penggerak PKK Ibu Yeny, dan Sekretaris Kelurahan Bu Asih. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) beserta sejumlah pengurusnya juga hadir.

Dalam wawancara di lokasi, Agung Susilo menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, yang membedakan program ini adalah adanya kepastian pemasaran bagi warga.
“Atas nama Pemerintah Kelurahan Bambankerep, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Santos Jaya Abadi. Pendekatan CSV yang diterapkan sangat luar biasa. Warga tidak hanya diajarkan mengolah limbah plastik, tetapi juga diberi jaminan pasar karena hasilnya dibeli oleh perusahaan. Ini langkah nyata menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Corporate Communication PT Santos Jaya Abadi, Christianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini menggunakan pendekatan Corporate Shared Value (CSV). Dalam pendekatan itu, perusahaan tidak berhenti pada pemberian bantuan atau amal (charity), tetapi menciptakan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perusahaan.
“Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga manfaat ekonomi yang nyata. Produk kerajinan dari olahan limbah plastik ini nantinya akan dibeli kembali oleh PT Santos Jaya Abadi,” kata Christianto. Ia menambahkan, program pemberdayaan berbasis pengelolaan sampah ini sudah berjalan dan berkembang sejak 2017.
Pelatihan dibimbing tiga trainer yang didatangkan langsung dari Sidoarjo. Salah satunya, Bu Dwi, dahulu juga peserta pelatihan Creative Ecopreneur, program yang menjadi bagian dari CSV PT Santos Jaya Abadi sejak 2017.
“Bagi warga setempat, program ini memberi tambahan penghasilan dan keterampilan. Bagi saya pribadi, ini pengalaman luar biasa. Dari pengolahan sampah lewat program ini, saya diajak Santos melatih warga di berbagai kota, dari Semarang sampai Jakarta,” tutur Bu Dwi.
Baca juga: Family Fun Walk Alumni Espero Pecah Keramaian Alun-Alun Ngawi, Reuni Jadi Pesta Rakyat
Ketua LPMK Bambankerep, Mudji Laksono, menilai program CSR berbasis CSV dari Kapal Api Group memberi dampak yang langsung dirasakan warga.
“LPMK sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat merasa sangat terbantu. Program CSR ini tidak hanya mengajarkan kepedulian lingkungan, tetapi benar-benar memberdayakan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Bambankerep,” tegasnya.
Dengan jaminan penyerapan produk oleh perusahaan, sinergi antara PT Santos Jaya Abadi, Pemerintah Kelurahan Bambankerep, PKK, dan LPMK diharapkan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis lingkungan (ecopreneurship) yang berkelanjutan di wilayah Ngaliyan.
Creative Ecopreneur sendiri merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan limbah anorganik yang diusung PT Santos Jaya Abadi (Kapal Api Group). Sejak 2017, program ini mengedukasi warga agar mampu mengubah sampah sachet menjadi peluang ekonomi baru yang ramah lingkungan dan berdaya saing.
Pewarta: Antok
Tagline: #CreativeEcopreneur, #KapalApiGroup, #SantosJayaAbadi, #KerajinanSachet, #CorporateSharedValue, #EkonomiKreatif, #Ngaliyan, #PeduliLingkungan,

