RI News. Sragen, Sabtu 31 Oktober 2026 – Hujan lebat yang disertai angin kencang menyapu tiga kecamatan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Jumat (30/10/2026) malam. Peristiwa itu merusak ratusan rumah, merobohkan pohon di sejumlah titik, dan meruntuhkan pendapa sebuah pondok pesantren. Total kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Tiga wilayah yang terdampak adalah Kecamatan Plupuh, Masaran, dan Sidoharjo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen langsung melakukan asesmen dan penanganan dampak pada Sabtu (31/10/2026).
Camat Plupuh, Budi Santoso, menjelaskan bahwa hujan disertai angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Menurutnya, gedung olahraga di wilayahnya mengalami kerusakan berat dan sejumlah pohon tumbang. Pendapa Pondok Pesantren Raden Patah II di Dukuh Sidorejo, Desa Somomorodukuh, juga ambruk dengan kerugian sekitar Rp50 juta.

“Gedung olahraga yang rusak berat berada di lingkungan Dukuh Mranggen RT 021, Desa Sambirejo, dengan kerugian Rp70 juta. Sementara pohon tumbang ditemukan di Desa Plupuh, Sumomorodukuh, Gedongan, dan Sambirejo,” ujarnya.
Budi menambahkan, proses asesmen dilakukan oleh relawan Plupuh bersama BPBD Sragen. Kegiatan itu mendapat dukungan dari TNI, Polri, perangkat desa, puskesmas, dan warga setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Sragen, R. Triyono Putro, menyatakan timnya segera memeriksa pendapa pondok pesantren yang roboh. Bangunan berukuran 10 meter x 15 meter itu runtuh saat angin kencang melanda. Ia menegaskan bahwa dampak bencana tidak hanya terjadi di Plupuh.
Di Kecamatan Masaran, puluhan rumah di Desa Cangkol terdampak. Triyono mencatat 30 rumah rusak di Dukuh Cangkol RT 017, salah satunya bangunan usaha mebel dengan kerugian sekitar Rp20 juta. Di Dukuh Geneng, kerusakan tersebar di beberapa rukun tetangga, yakni sembilan rumah di RT 008, sembilan rumah di RT 006, sembilan rumah di RT 007, dan 16 rumah di RT 002. Plafon bangunan koperasi desa setempat turut rusak.
Di Desa Plupuh, tercatat 39 rumah rusak. Atap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Plupuh dan SDN 2 Plupuh juga mengalami kerusakan. Selain itu, pohon tumbang menimpa sebuah gudang sehingga atapnya rusak.
Baca juga: Seleksi Pamong Nglindur Berakhir Damai, Alip Guntoro dan Ari Bowo Raih Nilai Tertinggi
Secara keseluruhan, BPBD mencatat kerusakan di Kecamatan Plupuh meliputi 199 rumah, delapan pohon tumbang, dan tiga kandang ternak. Material bangunan yang rusak mencakup 114.035 genting, 137 lembar asbes, 25 lembar galvalum, dan 24 lembar seng. “Total kerugian Rp573.865.000,” kata Triyono.
Angin kencang di Kecamatan Masaran juga menumbangkan pohon di Desa Pilang dan Desa Krebet, masing-masing satu kejadian. Sementara itu, di Kecamatan Sidoharjo, sejumlah rumah rusak dan pohon tumbang akibat terpaan angin.
Pewarta: Sumanto
Tagline: #AnginKencangSragen, #BencanaSragen, #BPBDSragen, #Plupuh, #Masaran, #Sidoharjo, #PendapaPonpesAmbruk, #CuacaEkstrem,

