RI News, Melawi – Rangkaian peringatan Hari Jadi Humas Polri ke-75 Tahun 2026 diwujudkan dalam aksi kemanusiaan berupa Donor Darah Serentak di seluruh Indonesia dengan tema “75 Tahun Humas Polri: Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri”. Di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, kegiatan tersebut digelar Polres Melawi di Ruang Unit Transfusi Darah RSUD Melawi, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Polres Melawi bersama RSUD Melawi dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Melawi. Sejumlah unsur turut dilibatkan, di antaranya TNI, Polri, Pemerintah Desa Kelakik, serta para relawan. Keterlibatan lintas unsur ini menunjukkan bahwa aksi donor darah tidak hanya menjadi agenda institusional, tetapi juga gerakan bersama yang melibatkan beragam elemen masyarakat.
Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K. hadir langsung dan tidak sekadar membuka kegiatan, melainkan ikut menjadi peserta donor. Ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dari berbagai kalangan. Menurutnya, semangat tersebut mencerminkan kepedulian terhadap sesama sekaligus menjadi sarana mendekatkan Polri dengan masyarakat.

“Antusiasme peserta tentu diharapkan dapat memberikan pesan moral atas dasar kepedulian terhadap sesama, serta diharapkan dapat menjadikan Polri semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Dari sisi capaian, panitia mengharapkan jumlah pendonor sebanyak mungkin, tetap mengacu pada arahan dan kriteria yang ditetapkan tim kesehatan. Banyaknya peserta dinilai menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap kebutuhan darah bagi mereka yang membutuhkan. Seusai kegiatan, Kapolres menyampaikan terima kasih kepada RSUD Melawi, PMI Melawi, tenaga kesehatan, dan seluruh peserta yang berkontribusi sehingga rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Baca juga : Gotong Royong di Rumah Ibadah, Cara Golkar Padangsidimpuan Rayakan Usia ke-62 Tanpa Seremoni Megah
Berdasarkan data pelaksanaan, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 60 orang, sedangkan yang memenuhi kriteria kesehatan untuk mendonorkan darah sebanyak 14 orang. Selisih tersebut menggambarkan bahwa proses seleksi kesehatan dijalankan secara ketat demi menjamin keamanan pendonor sekaligus kualitas darah yang diterima pasien.
“Jumlah peserta enam puluh, sedangkan yang memenuhi kriteria empat belas orang. Donor darah yang dilakukan diharapkan dapat menyelamatkan satu kehidupan atas dasar kemanusiaan,” pungkas AKBP Kahfi.
Pewarta: Lisa Susanti
Tagline: #HumasPolri75, #DonorDarahSerentak, #PolresMelawi, #PolisiBersamaMasyarakat, #MenjagaReputasiPolri, #PMIMelawi, #RSUDMelawi, #AksiKemanusiaan,
