RI News, Makassar, 19 Oktober 2026 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan dukungan konkret terhadap penguatan layanan haji dan umrah di daerah. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyatakan pihaknya menyediakan lahan seluas 3.000 meter persegi sebagai lokasi pembangunan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam keterangannya di Makassar, Senin, Andi Sudirman menyampaikan bahwa dukungan daerah tidak berhenti pada penyediaan lahan. Pemprov Sulsel juga telah menyerahkan bantuan Rp10 miliar untuk pembangunan masjid di kompleks Asrama Haji Makassar. Langkah ini dipandang sebagai investasi pada fasilitas pelayanan jemaah sekaligus penguatan infrastruktur keagamaan di daerah.
Gubernur turut mendoakan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia agar senantiasa diberi kesehatan dan kesuksesan dalam mengemban amanah, serta berharap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah berjalan lancar. “Insya Allah, melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, kita berharap pelayanan jemaah semakin baik dan UMKM Sulsel semakin berdaya saing,” tuturnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan paparan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf sebelumnya. Menurut sang menteri, belanja haji secara nasional mencapai sekitar Rp4 triliun, dan Sulsel diperkirakan menyumbang kira-kira 25 persen dari angka tersebut. Artinya, sekitar Rp1 triliun perputaran ekonomi bersumber dari aktivitas jemaah asal provinsi ini, jika proporsi tersebut dihitung secara kasar.
“Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa belanja jamaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun, dengan Sulawesi Selatan diperkirakan menyumbang sekitar 25 persen,” ujarnya saat menghadiri UMKM Expo Sulsel 2026 di Gowa.
Ia menegaskan bahwa besarnya belanja tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Para pelaku usaha dituntut cermat memperluas pasar, termasuk dengan masuk ke dalam rantai pasok kebutuhan jemaah haji dan umrah.
Baca juga : Enam Pemuda Diamankan Usai Tawuran Petasan di Manggarai, Polisi Gandeng Tokoh Warga Perkuat Pengawasan
Menteri juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan haji tidak semata persoalan perjalanan dan ibadah. Pergerakan jutaan jemaah beserta kebutuhan pendukungnya membuka ruang ekonomi yang dapat digarap pelaku usaha di daerah, mulai dari penyediaan perlengkapan hingga layanan penunjang lainnya.
Dari perspektif kebijakan publik, kombinasi dukungan lahan, bantuan fasilitas ibadah, dan dorongan keterlibatan UMKM mencerminkan pendekatan yang memandang penyelenggaraan haji sebagai urusan lintas dimensi: pelayanan keagamaan, tata kelola kelembagaan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Sinergi pusat dan daerah yang disebut kedua pejabat menjadi kunci agar manfaat ekonomi besar tersebut tidak sekadar lewat, melainkan tertanam pada pelaku usaha setempat.
Pewarta: Raden Karim
Tagline: #SulselHaji, #KanwilHajiUmrah, #AndiSudirman, #AsramaHajiMakassar, #UMKMSulsel, #BelanjaHaji, #SinergiPusatDaerah, #EkonomiUmat,
