RI News, Trenggalek, 5 Oktober 2026 — Ribuan pemuda dan pemudi pencinta seni tayub dari berbagai penjuru Kabupaten Trenggalek berkumpul di rumah warga Bu Darmi, Dusun Kasian, Desa Dongko, Kecamatan Dongko, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Acara ini digelar untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarinsan seni tayub sekecamatan. Penampilan seni tayub yang diprakarsai oleh Seni Tayub LLGI (Laskar Lebuh Gede Indonesia) yang bermarkas di RT 40 RW 9 Dusun Kasian Dongko menjadi pusat perhatian.
LLGI merupakan wadah seni tayub bagi anggota pemuda dan pemudi berprestasi di bidang tari dan tayub. Organisasi ini berperan penting melestarikan budaya daerah yang memiliki ciri khas dan tradisi tersendiri. Sementara itu, P. Pujiarta sebagai ketua LLGI menunjukkan antusiasmenya yang tinggi dalam menggalakkan kebudayaan ini agar tidak dilupakan oleh generasi penerus. Ia sering mengajak LLGI tampil di berbagai acara, sehingga masyarakat merasa terhibur dan terlibat.
Acara tersebut dihadiri beberapa kelompok seni tayub dari berbagai kecamatan. Sebanyak 3.000 personil dari berbagai penjuru, khususnya di Kabupaten Trenggalek, turut meriahkan acara. Kehadiran sesepuh dari Kecamatan Dongko dan lainnya turut menambah nuansa khidmat. Suasana di rumah Bu Darmi yang sederhana terasa hidup dan penuh kebersamaan. Masyarakat setempat yang datang merasa terhibur dan bangga atas kemeriahan yang tercipta.

Salah satu pengunjung yang tak mau menyebutkan namanya menyampaikan, “Kebudayaan ini merupakan kebudayaan untuk mempererat silaturahmi sesama paguyuban tari tayub, agar saling menghormati dan menghargai di setiap tempat dimana kegiatan seni tari tayub ini diadakan dan jangan sampai dilupakan atau diabaikan oleh generasi selanjutnya.”
Tujuan utama penampilan seni tayub adalah mempererat tali kerukunan dan silaturahmi serta melestarikan budaya bangsa agar tidak tergeser oleh kebudayaan modern atau budaya luar. P. Pujiarta, dalam kesempatan itu, menyatakan harapannya bahwa budaya tayub kreasi terbaru ini mampu mengangkat seni budaya daerah tersebut ke tingkat nasional dan bahkan ke luar negeri, sehingga lebih banyak orang mengenal dan menghargai warisan leluhur.
Baca juga : JAGATARA Semarang: Pembentukan DPC Baru Awal Krusial Satukan Pergerakan untuk Awasi Isu Sosial
Acara berlangsung dengan meriah dan terkendali aman. Tidak ada insiden yang mengganggu, dan seluruh kegiatan berjalan lancar. Semua peserta dan penonton pulang dengan rasa syukur dan kepuasan.
Pewarta: Sugeng R
Tagline: #MelestarikanBudaya, #SilahtoromiSeni, #TayubBangkit, #GenerasiMaju, #TradisiIndonesia, #SenimanBersatu, #KebudayaanLokal, #HarapanMasaDepan,
