RI News. Wonogiri, 2 Oktober 2026 – Sebanyak 53 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kesehatan FKMIK Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo diterjunkan ke tujuh desa di Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, untuk melaksanakan Praktik Belajar Lapangan (PBL) 2 dengan fokus pada intervensi pencegahan tuberculosis (TBC).
Titik Haryanti selaku Humas menyampaikan bahwa Aula Puskesmas Bendosari sebagai tempat titik temu para mahasiswa yang akan terjun ke desa dalam menerima pembekalan dalam pelaksanaan kegiatan, Kamis (1/10/2026). PBL 2 dilaksanakan selama satu bulan, mulai 1–31 Oktober 2026, dengan tema “Intervensi Pencegahan TBC di Puskesmas Bendosari Kabupaten Sukoharjo.” jelasnya.

53 mahasiswa dibagi menjadi tujuh kelompok dan ditempatkan di 7 desa (Desa Mojorejo, Sugihan, Cabeyan, Sidorejo, Gentan, Mertan, dan Toriyo), selama di lapangan didampingi bidan desa serta berkolaborasi dengan Puskesmas Bendosari, pemerintah desa, dan masyarakat, tambah Titik.
Sebelum mahasiswa mengikuti pembekalan selama tiga hari, 28–30 September 2026, sebagai persiapan pelaksanaan kegiatan di masyarakat. Pada hari pertama, Wartini memberikan materi sistematika penulisan laporan akhir PBL 2, etika lapangan, serta alur pembimbingan dan monitoring evaluasi. Materi metode dan strategi promosi kesehatan disampaikan Farid Setyo Nugroho. Pada hari kedua, Fiqi Nurbaya membekali mahasiswa dengan materi analisis stakeholder, advokasi, teknik fasilitasi Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), penyusunan instrumen evaluasi intervensi, indikator keberhasilan, dan teknik analisis efektivitas. Pada hari ketiga, dr. Nilam Hesty dari Puskesmas Bendosari dengan materinya penanggulangan TBC, implementasi program TBC, serta pencegahan dan pengendalian infeksi, pungkas Titik.
Kaprodi Kesehatan Masyarakat FKMIK Univet Bantara Nur Ani mengatakan PBL 2 merupakan kelanjutan dari PBL 1 yang telah dilaksanakan pada semester sebelumnya. “Mahasiswa akan melakukan analisis situasi, menyusun perencanaan, melaksanakan intervensi, dan mengevaluasi kegiatan yang dilakukan,” ujarnya.
Baca juga : Perguruan Tinggi DIY Siap Jaga Korban Ekstremisme, BNPT Gandeng 14 Universitas
Juga Dekan FKMIK Univet Bantara Prita Devy Igiany mengatakan kegiatan tersebut kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan. “Kami menitipkan mahasiswa untuk dapat belajar dan mengaplikasikan teori yang telah didapatkan selama di bangku perkuliahan. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan berdampak bagi wilayah Kecamatan Bendosari,” katanya.
Kepala Puskesmas Bendosari dr. Nadjib Rendra Mukti menyambut baik pelaksanaan PBL 2 dan meminta bidan desa mendampingi mahasiswa selama berkegiatan di wilayah masing-masing. Dukungan juga disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo yang diwakili dr. Aprilia Theresa, Plt. Kepala Bidang Mutu Tenaga Kesehatan dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Ia menyambut positif fokus mahasiswa pada intervensi TBC karena persoalan tersebut masih membutuhkan perhatian.

Dinkes Sukoharjo juga membuka diri terhadap kegiatan praktik maupun penelitian mahasiswa di wilayah Sukoharjo. Hasil PBL 2 diharapkan dapat disampaikan kepada Dinkes sebagai salah satu bahan evaluasi, khususnya terkait program penanggulangan TBC.
Selain laporan akhir, PBL 2 ditargetkan menghasilkan press release, artikel ilmiah, dan video. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam pemecahan masalah kesehatan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pencegahan TBC di wilayah Bendosari.
Pewarta : Nandar Suyadi
Tagline: #mahasisawakilbangsa, #pencegahantbc, #praktiklapanangan, #univetcantara, #kesehatanmasyarakat, #bendosari, #sukoharjo, #perubahanwilayah,
