RI News. Kediri, 22 September 2026 – Kelurahan Blabak di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, berhasil mencuri perhatian ribuan penonton dengan penampilan sendratari bertajuk Legenda Sumur Bandung pada MAPAN Kreatif Fest 2026 yang digelar Minggu, 20 September 2026 di Taman Tempurejo. Atraksi budaya ini menghadirkan sekitar 40 warga dari anak-anak hingga dewasa, yang berhasil menyuguhkan narasi legenda lokal dengan penuh semangat dan visual yang memukau.
Festival yang diberangkatkan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati itu menghadirkan beragam kostum, kendaraan hias, seni pertunjukan, serta kreativitas warga dari 15 kelurahan di Kecamatan Pesantren. Vinanda mengatakan, MAPAN Kreatif Fest menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus melestarikan budaya dan mengenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas. “MKF ini ruang untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menjadi wadah kita untuk melestarikan budaya. Harapannya, kegiatan ini bisa menarik wisatawan untuk melihat berbagai potensi yang ada di Kota Kediri,” ujarnya.

Camat Pesantren Judi Kuncoro menambahkan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Mengusung tema “Ekonomi Kreatif Menuju Kota Kediri MAPAN”, festival ini menjadi wadah bagi kelurahan untuk menampilkan potensi unggulan, seni budaya, produk usaha, serta inovasi masyarakat.
Salah satu yang mengguncang suasana adalah penampilan Kelurahan Blabak. Lurah Blabak M. Rizky Zakaria menjelaskan bahwa pengangkatan legenda lokal tersebut bertujuan mengenalkan sejarah dan budaya daerah kepada generasi muda sekaligus mendorong kreativitas masyarakat. “Kelurahan Blabak melibatkan warga mulai anak-anak hingga dewasa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar dan semakin baik sehingga mendukung pengembangan ekonomi kreatif,” katanya.
Cerita rakyat Sumur Bandung yang disajikan dalam bentuk sendratari ini mengisahkan perjalanan Pragoto, atau Joko Pagut, seorang pemuda gagah dan sakti yang jatuh cinta pada Rondo Dadapan, janda cantik dari dusun sebelah. Lamaran ditolak, Rondo memberi syarat: Pragoto harus menggali 10 sumur dalam semalam. Dengan bantuan ajian Bandung Bondowoso dan dedemit, sembilan sumur selesai dibuat. Namun, Rondo Dadapan membakar damen hingga suasana terang benderang, membuat dedemit kabur sebelum sumur ke-10 rampung. Pragoto murka, Rondo membalas kutukan, dan dari situlah lahir nama Dusun Pagut serta legenda Sumur Bandung yang kini berdiri di lingkungan Bulurejo, Kelurahan Blabak.
Baca juga : Pesisir Selatan: Jual Beli Lahan Sawit di Hutan Lindung Ujung Tanjung, Warga Lapor Dugaan Pelanggaran Berat
Dengan melibatkan puluhan warga lokal, atraksi ini tidak hanya menghibur, melainkan juga menjaga warisan budaya yang selama ini tersimpan di cerita sehari-hari. Bagi generasi muda, penampilan sendratari ini menjadi pembelajaran hidup yang lebih hidup dibanding sekadar bacaan buku. Sementara bagi wisatawan, Legenda Sumur Bandung menyuguhkan pengalaman budaya autentik sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif baru bagi warga Kecamatan Pesantren.
Festival MAPAN Kreatif Fest 2026 telah membuktikan bahwa seni pertunjukan rakyat dapat menjadi jembatan yang kuat antara masa lalu dan masa depan, di mana kreativitas masyarakat menjadi mesin penggerak pelestarian identitas kota.
Pewarta : Alex Franico
Tagline: #SumurBandungHidupKembali, #BlabakMencuriHati, #MAPANKreatifFest2026, #BudayaKediriMahal, #LegendaLokalMelejit, #EkonomiKreatifPesantren, #WargaBlabakBangga, #KediriTerbukaMembukaDunia,
