RI News. Melawi, 7 September 2026 – Langkah strategis mitigasi bencana ekologis berbasis komunitas terus dipacu di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan. Kepolisian Sektor Sokan meresmikan instalasi sumur bor terpadu di Desa Nanga Potai, Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi. Inisiatif berbasis infrastruktur hidro-spasial ini dirancang untuk mengatasi kendala klasik pasokan air saat pemadaman dini sekaligus menjadi jawaban atas krisis air bersih warga di tengah fenomena kemarau panjang.

Infrastruktur pendukung ini merupakan hasil kolaborasi multipihak antara aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan elemen masyarakat lokal. Pemilihan titik lokasi pemasangan sumur bor didasarkan pada pemetaan area rawan titik panas (hotspot) agar aksesibilitas petugas pemadam api dan masyarakat dapat berlangsung cepat ketika respon darurat diperlukan.
Kapolsek Sokan Iptu Noviar Yunus menegaskan bahwa keandalan pasokan air merupakan parameter kritis dalam manajemen krisis pencegahan Karhutla. Ketersediaan infrastruktur pemadaman di area sekitar permukiman dan lahan produktif dinilai mampu memotong rantai penyebaran api sebelum menjalar menjadi kebakaran skala besar.
Pendekatan ini sekaligus mengusung fungsi ganda (dual-purpose infrastructure). Selain difungsikan sebagai cadangan air darurat pemadaman, pemanfaatan sumur bor didistribusikan untuk penanganan kekeringan domestik warga Desa Nanga Potai. Melalui integrasi kebutuhan ekologis dan sosial ini, partisipasi aktif warga dalam merawat aset publik serta kesadaran hukum untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar diharapkan meningkat secara berkelanjutan.
Pewarta: Lisa Susanti
Tagline: #Karhutla, #MitigasiBencana, #PolsekSokan, #Melawi, #DesaNangaPotai, #SumurBor, #Kemarau2026,

