RI News. Melawi, 1 September 2026 — Ditengah eskalasi musim kemarau yang meningkatkan vulnerabilitas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat, pendekatan preventif berbasis partisipasi masyarakat menjadi kian krusial dalam tata kelola lingkungan. Menjawab tantangan bencana ekologis tersebut, Tim Edukasi dari Lemdiklat Polri hadir secara langsung di tengah masyarakat Desa Tembawang Panjang, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, pada Senin (31/8/2026). Kehadiran ini mempertegas transformasi peran kepolisian dari sekadar penegak hukum menjadi agen perubahan sosial dan penguat ketahanan komunitas.
Intervensi lapangan yang dilaksanakan tidak sekadar berfokus pada imbauan prosedural, melainkan mengintegrasikan sosialisasi mitigasi bencana dengan aksi kemanusiaan adaptif. Melalui pendekatan persuasi humanis, Tim Edukasi Lemdiklat Polri memaparkan secara komprehensif spektrum dampak yang ditimbulkan akibat Karhutla. Secara akademis dan praktis, dijelaskan bahwa kejahatan lingkungan berupa pembakaran lahan berdampak domino: memicu pencemaran udara masif berbentuk kabut asap, mengancam kesehatan kardiopernapasan warga, merusak struktur keanekaragaman hayati, hingga memicu disrupsi roda perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat lokal.

Dalam konteks manajemen risiko bencana, edukasi ini menggarisbawahi pentingnya pergeseran paradigma dari tindakan reaktif ke mitigasi partisipatif. Masyarakat Desa Tembawang Panjang diajak untuk menginternalisasi bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kolektif (co-responsibility). Warga secara tegas diimbau untuk menghentikan tradisi atau praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, serta diminta aktif mengoptimalkan sistem deteksi dini swadaya melalui pelaporan cepat apabila mengidentifikasi titik api (hotspot) maupun indikasi aktivitas berisiko di sekitar kawasan pemukiman dan hutan.
Tidak berhenti pada penguatan domain kognitif, aksi nyata ditunjukkan melalui distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat. Langkah ini menjadi wujud compassionate policing yang merespon secara presisi krisis ketersediaan air bersih akibat kemarau panjang. Ketersediaan air bersih yang terancam selama kemarau menjadi isu vital ketahanan hidup harian warga, sehingga intervensi bantuan logistik ini hadir untuk mereduksi beban sosial ekonomi masyarakat yang terdampak.
Atmosfer kegiatan berlangsung interaktif, hangat, dan sarat nilai kepedulian. Tim Edukasi berdialog secara inklusif, memetakan kebutuhan riil masyarakat lokal, sekaligus merajut kemitraan strategis antara aparat dan warga. Pendekatan berbasis komunitas (community-based approach) ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran ekologis yang berkelanjutan, sehingga upaya perlindungan lingkungan dan keberlangsungan kehidupan sosial-ekonomi dapat terwujud secara optimal.
Pewarta: Lisa Susanti
Tagline: #KemanusiaanPolri, #EdukasiKarhutla, #MitigasiLingkungan, #PolriPeduliMasyarakat, #KrisisAirBersih, #DesaTembawangPanjang, #LemdiklatPolri, #CegahKarhutla,

