RI News. Manggarai, 26 Agustus 2026 – Penanganan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki fase krusial dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan kelompok rentan. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, memastikan pemenuhan logistik dasar terus diupayakan secara optimal meski dihadapkan pada hambatan geografis dan kendala transportasi udara.

Dalam kunjungannya langsung ke Posko Pengungsi SD Inpres Konggang, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Menteri PPPA meninjau penyaluran perlengkapan spesifik seperti popok anak dan dewasa, bubur bayi, hingga susu formula. Proses distribusi bantuan dilakukan secara bertahap menggunakan armada pesawat Hercules milik TNI. Sebagian pasokan masih berada di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta untuk dijadwalkan pada pengiriman berikutnya mengingat keterbatasan kapasitas angkut harian.
Pemerintah menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dan kolaborasi lintas sektor untuk menutup celah keterbatasan fasilitas negara. Kehadiran berbagai organisasi mitra KemenPPPA di lokasi bencana bertujuan untuk memetakan kebutuhan lapangan secara langsung, sehingga alokasi bantuan tambahan dapat diproses lebih akurat dan merata ke seluruh titik pengungsian di berbagai kabupaten.
Berdasarkan pendataan lokal di Posko SD Inpres Konggang, tercatat 380 jiwa dari 98 Kepala Keluarga yang mendiami area tersebut. Koordinator Posko, Ferdinandus Radin, menegaskan keberadaan 37 balita, 28 lansia, empat ibu hamil, tiga penyandang disabilitas, dan dua bayi yang memerlukan intervensi logistik berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga swadaya menjadi kunci utama agar kebutuhan spesifik perempuan dan anak di wilayah terdampak dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Pewarta: Raden Karim
Tagline: #KemenPPPA, #GempaNTT, #BantuanKelompokRentan, #ArifahFauzi, #TanggapDarurat, #LogistikKemanusiaan, #ManggaraiNTT,

