RI News. Sukoharjo, 25 Agustus 2026 – Dalam lanskap dinamika ekonomi global yang serba tidak tentu, keberadaan koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah (KSPPS) tidak sekadar hadir sebagai pranata keuangan formal, melainkan juga bertindak sebagai episentrum penguatan modal sosial masyarakat. Memperingati Milad ke-16, KSPPS Kossuma Cita Mandiri Sukoharjo berkolaborasi dengan Baitul Maal Pusat BMT (PBMT) Kabupaten Sukoharjo serta Pimpinan Daerah (PD) Salimah Sukoharjo menginisiasi serangkaian program aksi sosial dan edukasi inklusif berbasis komunitas. Mengusung tema “Memberdayakan Anggota, Menebar Kebaikan untuk Sesama”, perhelatan ini diselenggarakan pada Ahad, 23 Agustus 2026, bertempat di Gedung Mayangsari, Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.
Rangkaian kegiatan diawali secara integratif melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat umum, aksi kepedulian sosial berupa penyaluran santunan anak yatim dan dhuafa, serta bermuara pada program pembinaan kapasitas anggota melalui kajian literasi keuangan strategis. Agenda riset dan pengabdian berbasis komunitas ini dirancang untuk menanggulangi kerentanan finansial pada unit terkecil masyarakat, yakni institusi keluarga.
Dalam konfirmasi terpisah, Ketua PD Salimah Sukoharjo, Titik Haryanti, S.K.M., M.P.H., menegaskan bahwa dimensi keberlanjutan program ini bertumpu pada konsolidasi sosial dan edukasi terstruktur. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi antaranggota sekaligus meningkatkan pemahaman fundamental mengenai krusialnya literasi keuangan dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga secara komprehensif.

Sebagai bentuk pengejawantahan fungsi inklusi sosial syariah, sebanyak 50 anak yatim beserta orang tuanya hadir secara langsung menerima santunan yang mencakup bantuan dana tunai serta paket sembako. Ketua Baitul Maal PBMT Kabupaten Sukoharjo, Nur Rohmat, S.E., menggarisbawahi bahwa filosofi pergerakan koperasi berbasis syariah melampaui orientasi komersial murni. Lembaga koperasi tidak sekadar berorientasi profit, namun memiliki kewajiban moral-sosial untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Santunan ini diharapkan mampu menjadi manifestasi kepedulian nyata bagi keluarga dhuafa, meringankan beban ekonomi, sekaligus menghadirkan keberkahan yang holistik.
Memasuki sesi akademis dan edukasi utama, para peserta dibekali materi kajian literasi keuangan bertajuk “Mengokohkan Ketahanan Ekonomi Keluarga” yang disampaikan oleh narasumber pakar, Ibu Rifuwanti, S.Pd. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya formulasi pengelolaan keuangan domestik secara bijak, perencanaan kebutuhan skala prioritas, pembentukan kebiasaan finansial yang sehat, hingga penetapan strategi mitigasi risiko guna menjaga ketahanan ekonomi keluarga dari guncangan inflasi dan tantangan ekonomi global.
Menutup rangkaian agenda monumental tersebut, Ketua Pengurus KSPPS Kossuma Cita Mandiri Sukoharjo, Rosiena Retno Suryani, S.T., menyampaikan refleksi institusional atas pencapaian lembaga. Milad ke-16 ini bukan semata-mata menjadi momentum retrospektif untuk mengenang perjalanan panjang organisasi, melainkan menjadi pijakan strategis untuk memperluas kemanfaatan sosial bagi anggota dan publik. Memasuki usia ke-16 tahun, KSPPS Kossuma Cita Mandiri menegaskan komitmen berkelanjutan untuk terus bertumbuh, memperkuat tingkat kesehatan tata kelola koperasi, meningkatkan kapasitas sumber daya anggota, serta memberikan kontribusi nyata yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #KSPPSKossumaCitaMandiri, #Milad16Kossuma, #LiterasiKeuanganSyar, #KetahananEkonomiKeluarga, #PemberdayaanEkonomiMasyarakat, #BaitulMaalPBMT, #SalimahSukoharjo, #KoperasiSyariah, #SukoharjoBerdaya,

