RI News. Jakarta, 20 Agustus 2026- Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat dukungan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) untuk menunjang penanganan dan percepatan pemulihan pascabencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan dukungan tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan BBM bagi masyarakat serta operasional alat berat, genset, ambulans, dan kendaraan layanan umum. Menurutnya, kebutuhan BBM selama masa tanggap bencana perlu dikelola secara terukur melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, mencakup pendataan kebutuhan dan volume BBM yang diperlukan untuk mendukung berbagai kegiatan penanganan bencana. Dengan data yang jelas, dukungan penyaluran BBM dapat disiapkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pemerintah memberikan relaksasi pembelian BBM selama penanganan bencana dengan terdata yang baik. Volume disiapkan dengan baik dan kondisi tersebut akan diberikan relaksasi, ucap Wahyudi saat mengunjungi Fuel Terminal (FT) Reo, Manggarai, NTT, Kamis. Saat melakukan pemantauan di FT Reo, Wahyudi dan tim BPH Migas juga merasakan langsung sejumlah gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M>5. Wahyudi mengungkapkan keringanan pembelian BBM disiapkan untuk memberikan ruang bagi pemenuhan kebutuhan BBM selama penanganan bencana, sehingga kegiatan pemulihan dapat berlangsung tanpa hambatan agar penanganan bencana tidak terjadi stagnan dan semua dapat dijalankan dengan normal, tuturnya. Sementara itu, terkait kondisi FT Reo pascabencana, Wahyudi, yang didampingi Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman, menjelaskan bahwa FT Reo kembali beroperasi setelah terdampak gempa dan menjadi salah satu poros distribusi BBM subsidi dan non subsidi untuk wilayah Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Dari terminal itu, mobil tangki melayani 28 penyalur BBM dan 10 agen minyak tanah dengan jangkauan distribusi terjauh sekitar 12 jam perjalanan.

Dalam kondisi darurat, pasokan diperkuat melalui skema reguler alternatif emergency (RAE), dengan dukungan FT Ende dan suplai utama dari Maumere serta Labuan Bajo. Dukungan antarfasilitas tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan kepada masyarakat, sebut Wahyudi. Stok BBM di FT Reo juga tetap terjaga, dengan stok Pertalite 3-4 hari, Biosolar 6,6 hari, dan Pertamax 39 hari. Pasokan BBM itu juga terus diperbarui, sehingga stok selalu tersedia. Sementara, stok minyak tanah 6,8 hari dan dijaga hingga 15 hari untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat.
Wahyudi mengapresiasi upaya PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin dalam menjaga kelancaran layanan BBM di tengah kondisi pascabencana. Menurutnya, kesinambungan pasokan energi menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pemulihan ekonomi di wilayah terdampak. Saat berdiskusi dengan awak mobil tangki, Wahyudi berpesan agar selalu memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja, mengingat adanya potensi rawan longsor di beberapa titik yang dilalui. Semoga apa yang sudah diusahakan dengan baik oleh Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin, best effort agar pelayanan BBM kepada masyarakat tidak terjadi gangguan untuk kegiatan perekonomian, harap Wahyudi.
Group Head Operation Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Bimo Sagus Ariyanto menjelaskan petugas tetap bekerja dengan memperhatikan potensi gempa susulan. Di jalanan saat pengiriman BBM masih ada gempa susulan, artinya safety yang paling utama, ujarnya. Seorang awak mobil tangki (AMT), Sesarius Nampung (30), menyampaikan distribusi BBM menuju Labuan Bajo tetap dilakukan. Dalam kondisi normal, perjalanan dari FT Reo menuju Labuan Bajo memerlukan waktu sekitar delapan jam. Pascabencana, waktu tempuh yang diperlukan sedikit bertambah, menjadi 10-12 jam, ucapnya.
Kunjungan ke pangkalan minyak tanah. Usai meninjau FT Reo, Wahyudi Anas mengunjungi pangkalan minyak tanah di Kelurahan Baru Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai, NTT. Wahyudi meminta kebutuhan minyak tanah masyarakat tetap diperhatikan, termasuk untuk mengantisipasi warga terdampak bencana dari wilayah lain yang mencari pasokan di pangkalan tersebut. Kebutuhan minyak tanah akan dipenuhi sebagai antisipasi warga terdampak bencana dari luar Kecamatan Reok yang membutuhkan minyak tanah yang membeli di pangkalan ini, jelasnya. Salah seorang pembeli minyak tanah, Cosmas Hardin (27), mengutarakan ia biasa membeli sekitar lima liter untuk memenuhi kebutuhan selama tiga hari untuk lampu penerangan dan memasak.
Pewarta: Justine
Tagline: #PemerintahMemperkuatBBM #PemulihanBencanaFlores #PasokanEnergiAman,

