RI News. Blitar, 16 Agustus 2026- Dalam pesan suara yang bocor, seorang pria perawakan berusia sekitar 30 tahun yang mengaku bernama Monot mengancam ketua LSM RATU dengan nada gertakan sebelum aksi damai rencananya digelar. “Saya telepon kok tidak diangkat, ayo ketemu muka? Kebetulan Saya juga peduli pendidikan dan juga dari LSM, sampean gak usah Demo ayo ketemuan, massa saya juga banyak lebih dari 100 orang. Saya ingin Blitar kondusif,” ujar pria itu dalam rekaman yang diterima redaksi RI News. Pesan ini diduga mengandung intimidasi terhadap Ketua LSM RATU yang berencana menggelar aksi damai di dua titik krusial, yakni Kantor Kejaksaan Negeri Blitar dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Blitar.

Dugaan tekanan itu muncul tepat sebelum LSM RATU menggelar aksi damai. Gerakan itu digulirkan untuk menuntut transparansi pengelolaan keuangan negara di lingkungan sekolah menengah. Beberapa poin utama yang menjadi dasar gerakan ini meliputi: Penegakan Transparansi: Mendesak seluruh SMAN dan SMKN di Wilayah Blitar untuk memasang papan realisasi penggunaan Anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara terbuka. Dugaan Penyimpangan: Menyoroti indikasi kuat penyelewengan dan dugaan korupsi dana BOS akibat tidak tersedianya informasi publik mengenai alokasi anggaran di sekolah-sekolah tersebut. Laporan Hukum: Meminta pihak Kejaksaan Negeri Blitar turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap penggunaan anggaran BOS di tingkat SMA/SMK se-Kabupaten dan Kota Blitar.
Meski menghadapi tekanan dan gertakan dari pihak-pihak yang mengandalkan keanggotaan massa, LSM RATU menegaskan tetap konsisten mengawal aspirasi masyarakat dan penegakan hukum terkait transparansi anggaran pendidikan di Blitar.
Pewarta: Alex Franico
Tagline: #IntimidasiDemokrasiBlitar, #TransparansiBOS, #LSMRATUTakTunduk,

