RI News. Sragen, 13 Agustus 2026- Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sragen terhitung tinggi. Satuan Lalu Lintas Polres Sragen mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat lakalantas selama Januari-Juli 2026 mencapai 105 orang.
Satlantas Polres Sragen memetakan empat faktor utama yang mendorong tingginya angka kecelakaan, yakni kealpaan manusia, kondisi kendaraan yang tidak layak, kondisi jalan yang buruk, serta pengaruh cuaca dan faktor lainnya. Dinas Perhubungan Sragen juga mengidentifikasi sejumlah lokasi rawan kecelakaan, salah satunya adalah jalur nasional Sragen-Solo mulai dari simpang tiga Masaran ke selatan hingga Grompol. Jalur ini dinilai berisiko tinggi karena kondisi jalan bergelombang yang mempersulit pengemudi.
Kepala Dinas Perhubungan Sragen R. Suparwoto mengungkapkan data forum lalu lintas yang melibatkan semua stakeholder, termasuk Dishub dan Satlantas Polres Sragen. Dari diskusi tersebut, terlihat peningkatan signifikan kasus kecelakaan. Perbandingan Januari-Juni 2025 tercatat 834 kejadian, sedangkan pada periode yang sama tahun 2026 melonjak menjadi 1.188 kasus atau naik 42 persen. Korban luka juga meningkat dari 990 orang pada 2025 menjadi 1.402 orang pada 2026, naik 42 persen. Korban meninggal dunia naik dari 80 orang pada 2025 menjadi 91 orang pada 2026, atau naik 14 persen.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kasatlantas Polres Sragen AKP Kukuh Tirto Satria Leksono membenarkan angka tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis sore. Kukuh menambahkan bahwa selama Juli 2026 saja tercatat 14 korban meninggal dunia, sehingga total Januari-Juli mencapai 105 orang.
Ia menekankan bahwa tidak semua kecelakaan berujung pada korban tewas. “Ada kalanya dalam tiga hari tidak ada korban meninggal dunia. Namun, ada kalanya dalam sehari ada dua korban meninggal dunia,” katanya. Keempat faktor penyebab utama lakalantas di Sragen meliputi kealpaan manusia, kendaraan yang kurang fit, jalan rusak atau bergelombang, serta keadaan cuaca dan faktor lainnya.
Upaya Tekan Angka Kecelakaan Untuk mengurangi angka tersebut, Satlantas Polres Sragen telah menerapkan berbagai langkah konkret. Peningkatan patroli di titik rawan, pemasangan barikade dan water barrier di sekitar perlintasan kereta api khususnya di Teguhan dan Alun-alun Sragen, serta perbaikan langsung jalan bergelombang dan rusak dilakukan secara intensif. Koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk penambahan penerangan jalan dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas serta penebalan marka jalan yang sudah hilang.
Pada jalan ring road utara dan selatan, Satlantas melakukan pergeseran marka jalan guna memisahkan jalur kendaraan roda empat atau lebih dengan jalur roda dua. Langkah pendidikan masyarakat mengenai keselamatan dan ketertiban berlalu lintas juga terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan sosialisasi.
Baca juga: Bantuan Beras Bulog Banyumas Mulai Tersalur, 886 Ribu Penerima Dapat Bantuan Langsung Presiden
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan angka lakalantas di Sragen dapat terkendali dan masyarakat lebih aman saat beraktivitas di jalan.
Pewarta: Muhamad Riansa
Tagline: #LakalantasSragen, #ForumLaluLintasSragen, #KeselamatanJalan2026,

