RI News. Kediri, 13 Agustus 2026- Pemerintah Kabupaten Kediri terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan riset. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjajaki kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM).
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito bersama delegasi Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM di lingkungan Pemkab Kediri, Selasa (11/8/2026). Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, khususnya melalui pengembangan teknologi pascapanen, pengolahan produk, hingga upaya memperpanjang daya simpan komoditas unggulan Kabupaten Kediri.
Mas Dhito menyampaikan, penguatan pertanian menjadi perhatian penting mengingat sebagian besar masyarakat Kabupaten Kediri memiliki latar belakang sebagai petani. “Untuk menaikkan nilai tambah itu masih perlu kerja keras,” ujar Mas Dhito. Menurutnya, persoalan pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi. Tantangan lainnya adalah bagaimana hasil panen dapat dikelola dan diolah sehingga memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar bagi petani.

Sejumlah komoditas unggulan Kabupaten Kediri seperti padi, jagung, nanas, cabai, dan mangga podang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Mas Dhito mencontohkan komoditas cabai yang kerap mengalami penurunan harga ketika memasuki masa panen raya. Begitu pula mangga podang yang bersifat musiman sehingga diperlukan inovasi pengolahan dan teknologi pascapanen agar dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. “Pada prinsipnya kami siap menjalin kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian,” tegasnya.
Selain pengembangan sektor pertanian, Pemkab Kediri juga tengah memetakan potensi unggulan daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi rencana Bandara Dhoho melayani embarkasi haji pada 2027.
Sementara itu, perwakilan Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM, Prof. Adi Djoko Guritno, mengatakan kolaborasi dapat diwujudkan melalui pendampingan, penelitian, maupun kegiatan pengabdian masyarakat dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Transfer teknologi secara langsung kepada masyarakat, menurutnya, menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang potensial untuk dilakukan. UGM juga melihat peluang pengembangan teknologi untuk membuat bahan baku pertanian lebih tahan lama sekaligus memungkinkan rekayasa produksi sehingga sejumlah komoditas dapat tersedia di luar musim panen. “Ini menarik, kami berharap nanti kita bisa saling memahami dan mulai mengkristal di mana titik-titik kita bisa kerja sama,” ujar Prof. Adi.
Baca juga: Baznas RI Salurkan 50 Tangki Air Bersih, Bantu 126 Keluarga di Wonogiri Hadapi Kekeringan
Penjajakan Pemkab Kediri dan UGM tersebut diharapkan dapat berlanjut pada pembahasan yang lebih konkret hingga menghasilkan perjanjian kerja sama. Kolaborasi ini diharapkan mendorong transformasi pertanian Kediri, tidak sekadar menghasilkan komoditas mentah, tetapi berkembang menjadi produk olahan bernilai tambah. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang lebih besar dapat dirasakan masyarakat, terutama para petani di Kabupaten Kediri.
Pewarta: Alex Franico
Tagline: #PertanianKediri #TeknologiUGM #TransformasiEkonomiPetani,

