RI News. Ende, NTT, 12 Agustus 2026- Harapan anggota Pramuka asal Kabupaten Ende untuk mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di ajang nasional harus pupus. Keterbatasan biaya membuat peserta yang telah lolos seleksi tersebut batal berangkat. Kabar itu memicu kesedihan mendalam hingga tangis peserta pecah.
Keberangkatan yang semula menjadi kebanggaan daerah akhirnya tertunda karena persoalan pendanaan yang belum terpenuhi. Padahal, persiapan telah dilakukan sejak lama oleh peserta dan keluarga. Suasana haru menyelimuti saat kepastian pembatalan disampaikan. Air mata tak terbendung karena kesempatan yang diperjuangkan lewat proses seleksi ketat harus lepas di depan mata.

Prestasi Tertahan Karena Biaya
Peristiwa ini mengundang keprihatinan luas. Banyak pihak menilai semangat dan prestasi generasi muda seharusnya mendapat dukungan penuh, apalagi ketika mereka dipercaya menjadi wakil daerah di tingkat nasional. “Anak-anak ini sudah berjuang. Masa kalah sama biaya,” ujar salah satu orang tua peserta dengan nada kecewa.
Harapan ke Pemerintah dan Kwartir
Kwartir Pramuka, Pemerintah Kabupaten Ende, Pemerintah Provinsi NTT, serta pihak-pihak yang peduli pada pembinaan generasi muda diharapkan segera turun tangan. Bantuan dana atau sponsor diharapkan bisa menjadi solusi agar keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak berprestasi.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap prestasi anak bangsa, masih ada tantangan besar. Tanpa dukungan memadai, mimpi untuk mengharumkan nama daerah bisa sirna bukan karena kurangnya kemampilan, melainkan karena keterbatasan biaya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait terkait kemungkinan bantuan agar peserta tetap dapat diberangkatkan. Masih berupaya menghubungi Kwartir Daerah Pramuka NTT dan Pemprov NTT untuk konfirmasi lebih lanjut.
Pewarta: Vitalis No
Tagline: #BiayaMenghentikanPrestasi, #GenerasiMudaNTT, #HarapanPupusDiLangit,

