RI News. Banjarbaru, 11 Agustus 2026 — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya menekankan pentingnya pengembangan model pendidikan Pesantren Ramah Anak. Ia meminta seluruh pesantren menata ulang sistem pendidikan, kurikulum, serta pola pengasuhan agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan santri.
Menurut Gus Yahya, konsep Pesantren Ramah Anak tidak sekadar menjadi label pembeda antara pesantren yang ramah dan yang tidak. Lebih dari itu, konsep ini memikul tanggung jawab yang lebih luas untuk mencegah berbagai persoalan yang tidak diinginkan oleh orang tua maupun wali santri. “Pesantren Ramah Anak itu bukan berarti ada pesantren yang ramah dan ada yang tidak ramah ya,” tegasnya dalam kegiatan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Darul Ilmi, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa penerapan konsep tersebut memerlukan pemikiran mendalam mengenai sistem pendidikan, model pembelajaran, dan kurikulum yang mampu mendukung kehidupan santri selama menempuh pendidikan di pesantren. Pola pengasuhan juga harus mendapat perhatian serius karena pesantren memiliki tanggung jawab mengasuh santri dalam jumlah besar. “Pola pengasuhan juga perlu mendapat perhatian karena pesantren harus memiliki cara dan metode yang tepat untuk mengasuh santri dalam jumlah banyak selama mereka menjalani kehidupan di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Selain aspek kurikulum dan pengasuhan, Gus Yahya juga menyoroti pentingnya penataan fisik pesantren. Susunan dan pengaturan bangunan perlu dirancang agar lingkungan tempat santri belajar dan tinggal benar-benar mendukung kehidupan yang aman serta sesuai kebutuhan mereka.
Pengembangan Pesantren Ramah Anak, menurutnya, merupakan tugas berkelanjutan yang menuntut kesungguhan para pengelola pesantren dalam memikirkan setiap unsur terkait pendidikan dan pengasuhan. Oleh karena itu, ia mengajak para ulama, pimpinan pesantren, kiai, serta ilmuwan untuk mendampingi proses pengembangan konsep ini agar tidak berhenti hanya sebagai gagasan, melainkan benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari di pesantren.
“Pengembangan Pesantren Ramah Anak membutuhkan kesediaan para pengasuh untuk menyatukan kehendak dan menjalankan tanggung jawab pendidikan serta pengasuhan santri secara sungguh-sungguh,” tutup Gus Yahya.
Pewarta: Irman Doni
Tagline: #PesantrenRamahAnak, #GusYahya, #PBNU, #PendidikanPesantren, #PengasuhanSantri, #PesantrenkuAman, #KurikulumPesantren, #SantriSejahtera,

