RI News. Tapanuli, 10 Agustus 2026 – Sebagai bagian dari tugas sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah pemilihannya, anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Sabam Rajagukguk menyerahkan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Koptan) di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di kantor Dinas Pertanian Tapsel yang lama di Jalan Perintis Kemerdekaan, Padangmatinggi, Kota Padangsidimpuan. Hadir dalam kesempatan itu Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, Wakil Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Padangsidimpuan Rusydi Nasution, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapsel yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Tapsel Basith Dalimunthe, Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Madina Erwin Nasution, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tapsel. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Tapsel Muhammad Taufik Batubara, Dekan Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Noni Faisah, dan seluruh perwakilan Koptan penerima dari sepuluh kecamatan di Tapsel.
Sabam Rajagukguk menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya ia juga telah menyalurkan bantuan alsintan. Tahun ini kembali disalurkan sebanyak 16 unit yang terdiri dari 10 unit hand traktor dan 6 unit power thresher. “Yang hand traktor ada 10 merupakan perjuangan dari anggota DPRD Tapsel dari Partai Gerindra melalui usulan Koptan kepada kami, sedangkan 6 power thresher merupakan perjuangan dari Bapak Bupati yang disampaikan kepada kami di pusat. Mudah-mudahan dipergunakan dengan baik untuk meningkatkan kinerja pejuang pertanian kita,” harapnya.

Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Sabam Rajagukguk yang konsisten memperhatikan daerah pemilihan serta menjaga komunikasi intens dengan sesama kader. Ia mengingatkan bahwa Tapsel baru saja dilanda bencana yang berdampak sangat besar terhadap sektor pertanian. Produksi padi dari sekitar 3.000 hektare mengalami gagal panen bahkan puso. Saat ini program normalisasi sawah yang terdampak masih berjalan, meski baru mencakup sebagian kecil wilayah. Target tahun ini adalah 900 hektare.
Program percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dirancang berlangsung selama tiga tahun. “Tahun ini normalisasi sawah ada 900 hektar. Meskipun hanya 900 hektar, dengan alsintan ini dapat meningkatkan produktivitas petani kita sehingga gap atau pengurangan produksi pertanian itu bisa kita tutupi,” jelas Gus Irawan. Sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Tapsel juga mendorong ekspansi tanaman jagung. Kerja sama dengan pabrik pakan di Medan melalui BUMD Tapsel membuat pertanian jagung mulai menggeliat. Pemkab mendorong pemanfaatan lahan yang semula menganggur melalui program KUR berbunga 0 persen serta mengoptimalkan 160 penyuluh pertanian lapangan yang diterjunkan ke desa-desa.
Bupati menambahkan bahwa program 1.000 kolam ikan dan target 10.000 hektare lahan jagung semakin membutuhkan dukungan mekanisasi. “Dengan adanya alsintan ini mempercepat pekerjaan petani seperti untuk penggemburan tanah baik untuk sawah atau ladang jagung. Karena kalau secara manual dilakukan akan lambat,” ujarnya. Ia berharap bantuan tersebut dapat dijaga dan dirawat dengan baik agar produktivitas pertanian terus meningkat.
Wakil Ketua DPRD Tapsel Abdul Basith Dalimunthe menyampaikan terima kasih kepada Sabam Rajagukguk yang berhasil memperjuangkan aspirasi masyarakat Tapsel sehingga memperoleh bantuan alsintan dari pemerintah pusat. Sementara Ketua DPRD Madina Erwin Nasution dan Wakil Ketua DPRD Padangsidimpuan Rusydi Nasution menyampaikan harapan agar bantuan serupa juga dapat disalurkan ke Kabupaten Madina dan Kota Padangsidimpuan guna mendorong produktivitas pertanian di wilayah masing-masing.
Pewarta: Indra Saputra
Tagline: #AlsintanTapsel, #PemulihanPertanian, #SabamRajagukguk, #KetahananPangan, #MekanisasiPertanian,

